Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Anjlok ke Rp18.009 per Dolar AS usai Pengunduran Diri Perry

Rupiah Anjlok ke Rp18.009 per Dolar AS usai Pengunduran Diri Perry
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah usai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.009 per dolar AS per dolar AS.

Rupiah tercatat melemah 46 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rincian mara uang di kawasan Asia sore ini

Selain rupiah, won Korea melemag 0,86 persen, namun mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, ini rinciannya

  • Bath Thailand menguat 0,35 persen
  • Ringgit Malaysia menguat 0,08 persen
  • Yuan China menguat 0,06 persen
  • Rupee India menguat 0,71 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,26 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,27 persen

2. Ada sentimen jangka pendek imbas pengunduran diri Perry Warjiyo

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelaku usaha dan investor pada awalnya akan mencermati arah kebijakan bank sentral setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia ke Pejabat Sementara (Pjs), Destry Damyanti

Menurut Yusuf, pengunduran diri yang dilakukan secara mendadak memang berpotensi memunculkan sentimen dan pertanyaan dari pelaku pasar. Namun, dampaknya diperkirakan tidak akan berlangsung lama.

"Dalam jangka pendek, tentu akan muncul sentimen dan pertanyaan dari pelaku pasar terkait pengunduran diri yang dilakukan secara mendadak. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menilai dampaknya tidak akan terlalu besar," ujar Yusuf kepada IDN Times, Senin (27/7/2026).

3. Penunjukkan Destry Damayanti beri sinyal positif ke pasar

Meski demikian, Ia menilai pasar akan lebih berfokus pada arah kebijakan yang ditempuh oleh pemimpin baru BI dibandingkan pergantian sosok gubernurnya.

"Ke depan, persepsi investor kemungkinan akan lebih banyak ditentukan oleh arah dan konsistensi kebijakan yang diambil oleh gubernur baru, termasuk bagaimana ia menyikapi isu-isu terkait kebijakan moneter serta implementasi mandat tambahan yang diemban oleh bank sentral," katanya.

Yusuf mengatakan, penunjukan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti menjadi sinyal positif bagi pasar. Sebab, Destry memiliki pengalaman panjang sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sekaligus rekam jejak yang kuat sebagai ekonom dan pelaku pasar keuangan.

"Dalam jangka pendek, pelaku usaha maupun investor kemungkinan masih akan mencermati dan menebak arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. Namun, kabar baiknya adalah penunjukan Ibu Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur memberikan sentimen yang relatif positif," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More