Pemerintah Mau Bangun 800 Unit Rusun di Lahan BUMN, Rampung Juni

- Pemerintah akan membangun 800 unit rusun di Jakarta, terdiri dari 500 unit di Tanah Abang dan 300 unit di Senen, dengan target selesai pada 15 Juni 2026.
- Pembangunan memanfaatkan lahan BUMN yang sebelumnya tidak digunakan secara optimal agar aset negara bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
- Proyek rusun ini akan dikerjakan oleh pihak swasta melalui skema CSR, sementara kepemilikan lahan tetap berada di bawah PT Kereta Api Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan membangun rumah susun (rusun) sebanyak 800 unit di pusat kota Jakarta.
Pembangunan akan dilakukan di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Tanah Abang sebanyak 500 unit, dan juga di lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Senen, Jakarta Pusat sebanyak 300 unit.
1. Bakal rampung pada 15 Juni 2026 mendatang

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian vertikal itu ditargetkan rampung pada 15 Juni mendatang.
“Jadi saya bicaranya ada 300 unit. Jadi kita bicara selesainya saja. Kemudian tadi atas arahan Pak Dony, dengan sangat cepat, Pak Dirut Kereta Api juga, nanti ada di Tanah Abang ya, ada 500 unit yang selesai juga 15 Juni 2026,” kata Maruarar dalam konferensi pers di kantor Badan Pengaturan (BP) BUMN, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
2. Pakai aset BUMN yang menganggur

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan pembangunan rusun itu menggunakan aset BUMN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
“BUMN memang milik rakyat Indonesia, dan untuk aset-aset yang tadinya tidak termanfaatkan dengan baik tentu akan kita berikan semaksimal mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat,” ucap Dony.
3. Bakal dibangun oleh swasta

Kembali ke Maruarar, dia mengatakan untuk pembangunan rusunnya akan dilaksanakan oleh pihak swasta menggunakan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya untuk proyek di Tanah Abang.
“Kita juga membangun rumah kolaborasi antara Kereta Api dan juga swasta dalam konteksnya, tanahnya tetap punya Kereta Api, tapi nanti yang bangun adalah CSR dari swasta,” ucap dia.



















