Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Siapkan Lima Strategi Dongkrak Ekonomi Syariah
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam ISEF di JCC. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah menilai ekonomi syariah global berpeluang besar, dengan belanja konsumen muslim diproyeksikan mendekati 3,6 triliun dolar AS dan aset keuangan syariah mencapai 9,72 triliun dolar AS pada 2029.
  • Lima strategi disiapkan: memperkuat industri serta UMKM halal, meningkatkan ekspor dan kerja sama internasional, membangun ekosistem halal terintegrasi, serta mengembangkan keuangan syariah bersama BI dan OJK.
  • Pemerintah juga akan mengoptimalkan dana sosial syariah; potensi Ziswas mencapai Rp343 triliun per tahun, sementara realisasinya baru sekitar Rp41 triliun atau 12 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menyebut potensi ekonomi syariah global masih sangat besar. Belanja konsumen muslim dunia diproyeksikan mendekati 3,6 triliun dolar AS pada 2029, sedangkan aset keuangan syariah global diperkirakan mencapai 9,72 triliun dolar AS.

"Peluang ekonomi syariah sangat besar. Belanja muslim global pada tahun 2029 diproduksikan akan mencapai hampir 3,6 triliun dolar AS," kata Drajad dalam ISEF Rabu (14/10/2026).

1. Perkuat industri halal dan UMKM

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pemerintah menyiapkan lima strategi pengembangan ekonomi syariah, mulai dari penguatan industri halal dan UMKM hingga optimalisasi dana sosial syariah.Strategi pertama adalah memperkuat industri halal dan UMKM halal, termasuk pelaku usaha ultra mikro.

Menurut Dradjad, kelompok usaha ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama melalui perluasan akses pembiayaan dan penguatan kapasitas usaha.

"Secara kumulatif, terdapat 22 juta nasabah, tetapi saat ini jumlahnya 13 juta nasabah. Sekitar tiga perempat di antaranya merupakan nasabah dengan akad berbasis syariah. Ini yang perlu kita perkuat, terutama UMKM halal. Pelaku usahanya bukan hanya berskala mikro, tetapi juga ultra mikro. Ini menjadi salah satu peluang yang menjadi fokus strategi kita," tuturnya.

2. Perkuat ekspor produk halal

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

Strategi kedua adalah meningkatkan ekspor produk halal dan memperluas kerja sama internasional. Langkah ini diperlukan agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

"Kita hidup di tengah masyarakat global, jadi kita juga harus bisa bermain dan berdaya saing di tingkat global," ujar Dradjad.

3. Perkuat ekosistem halal di semua lapisan

Sertifikat halal (Istimewa)

Strategi ketiga adalah memperkuat ekosistem halal di seluruh lapisan industri, baik industri skala besar maupun pelaku usaha kecil. Penguatan ini diharapkan dapat mendukung rantai pasok halal yang terintegrasi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Keempat, pemerintah akan mendorong pengembangan keuangan syariah melalui sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun strategi kelima adalah memperkuat dana sosial syariah. Dradjad menyebut potensi dana sosial syariah atau Ziswas mencapai Rp343 triliun per tahun, tetapi realisasinya baru sekitar Rp41 triliun atau sekitar 12 persen dari potensi tersebut.

Menurutnya, kesenjangan antara potensi dan realisasi tersebut perlu diatasi agar dana sosial syariah dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article