Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemulihan Listrik Sumut Terganggu, 2 Desa Kembali Padam

IMAGE RILIS PLN 19 JAN - 1 (2).jpeg
Petugas PLN sedang melakukan perbaikan kabel dan tiang yang terdampak erosi sungai dan tanah longsor. Hingga saat ini, sistem kelistrikan 6.432 desa telah berhasil pulih secara penuh. (Dok. PLN)
Intinya sih...
  • Pemulihan listrik Sumut terganggu akibat banjir bandang dan tanah longsor
  • Tiang-tiang listrik harus didirikan ulang di tengah kondisi tanah yang labil
  • Kelistrikan Sumbar sudah pulih 100%, sementara Aceh alami kerusakan infrastruktur listrik terparah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) menyampaikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra Utara (Sumut) sempat mencapai 100 persen. Namun kembali turun akibat banjir bandang dan longsor susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara kembali mengalami pemadaman sehingga tingkat pemulihan listrik di Sumatra Utara kini berada di angka 99,97 persen.

"Kami harus menyampaikan bahwa banjir bandang dan juga adanya tanah longsor susulan masih terus terjadi sehingga yang tadinya pulih 100 persen, saat ini masih terdapat dua desa di Tapanuli Utara yang masih mengalami padam," katanya dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Senin (21/1/2026).

1. Pemulihan dilakukan di tengah kondisi tanah yang masih labil

WhatsApp Image 2025-12-09 at 17.24.06.jpeg
Petugas PLN ketika melakukan penyambungan kabel transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Arun - Bireuen di atas emergency tower yang telah didirikan. (Dok. PLN)

Dalam proses pemulihan, PLN harus mendirikan kembali tiang-tiang listrik di kondisi yang belum ideal. Menurutnya, tanah di sejumlah lokasi masih labil, tetapi pasokan listrik tetap harus dinyalakan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.

Beberapa tiang listrik yang sudah didirikan kembali sempat roboh akibat kondisi alam, sehingga harus didirikan ulang. Oleh karena itu, tim PLN masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga.

"Tiang-tiang listrik yang sudah kami dirikan ada beberapa yang roboh, kami dirikan lagi, roboh, dirikan kembali sehingga tim kami masih terus bekerja di lapangan," ujarnya.

2. Kelistrikan di Sumatra Barat sudah pulih 100 persen

IMG-20251203-WA0011.jpg
Para Petugas Pelayanan Teknik berjalan menuju lokasi Jaringan 20 kV pada titik akhir yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di Kecamatan Adian koting (Dok. PLN UID Sumut)

Selain Sumatera Utara, PLN juga melaporkan pemulihan kelistrikan di Sumatra Barat (Sumbar). Darmawan menyampaikan, seluruh pelanggan di Sumbar telah kembali menikmati listrik 100 persen sejak 23 Desember 2025.

Meski demikian, PLN tetap menyiagakan personel di lapangan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan longsor susulan, terutama di sejumlah titik rawan.

"Kami selalu mendapatkan laporan dari waktu ke waktu, ada satu atau dua desa kadang-kadang padam lagi karena tiang listriknya juga roboh kembali, tetapi tim kami sudah siap di lapangan sehingga berhasil memperbaiki dalam waktu yang sangat cepat," tuturnya.

3. Aceh alami kerusakan infrastruktur listrik terparah

PHOTO-2025-12-26-20-54-17.jpeg
Proses pemasangan jaringan distribusi listrik di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. (dok. PLN)

Untuk wilayah Aceh, Darmawan mengungkapkan kondisi yang lebih kompleks dibanding dua provinsi lainnya. Dia menyebutkan, kerusakan yang terjadi berada pada skala yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Kerusakan utama terjadi pada tower-tower transmisi di jalur Arun-Bireuen, yang menyebabkan pasokan listrik dari pembangkit Arun tidak dapat disalurkan ke Banda Aceh. Akibatnya, sistem kelistrikan Banda Aceh langsung terganggu.

Selain itu, jalur transmisi Bireuen-Takengon di Aceh Tengah juga terputus karena sejumlah tower transmisi mengalami kerusakan. Kondisi tersebut diperparah dengan banjir dan longsor susulan di jalur Pangkalan Brandan-Langsa.

Darmawan menjelaskan, terputusnya jalur Pangkalan Brandan-Langsa berdampak serius karena jalur tersebut merupakan penghubung backbone transmisi Sumatra, mulai dari Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Sumatra Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.

"Nah, tentu saja dalam kondisi seperti ini sistem Aceh menjadi lumpuh," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More

Listrik di Huntara Bencana Aceh Gratis selama 6 Bulan

21 Jan 2026, 14:09 WIBBusiness