Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PGE Cetak Laba Rp1,42 Triliun di Semester I-2026
Salah satu lapangan panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (Dok PGE)
  • PGE membukukan laba US$79,61 juta atau Rp1,42 triliun pada semester I-2026, naik 15,48 persen secara tahunan, dengan pendapatan US$235,03 juta yang tumbuh 14,7 persen.

  • Hingga 31 Juli 2026, produksi mencapai rekor 3.222 GWh, naik 12,7 persen, didukung peningkatan keandalan pembangkit serta penghindaran emisi 2,33 juta ton CO2e.

  • PGE mempercepat proyek Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, sembari melanjutkan proyek Lahendong, co-generation, dan Gunung Tiga untuk memperluas kapasitas panas bumi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mencatat laba 79,61 juta dolar AS atau sekitar Rp1,42 triliun pada semester I-2026, tumbuh 15,48 persen secara tahunan.
  • Who?
    PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), dengan Direktur Keuangan Fransetya Hasudungan Hutabarat dan Direktur Utama Ahmad Yani menyampaikan perkembangan kinerja serta proyek perusahaan.
  • Where?
    Kinerja dicatat PGE secara perusahaan. Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 berlangsung di Muara Enim, Sumatra Selatan, termasuk Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu.
  • When?
    Laba dan pendapatan tercatat hingga semester I-2026. Produksi dilaporkan hingga 31 Juli 2026; pengeboran Lumut Balai dimulai pada 8 Juli dan 17 September 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan produksi, keandalan PLTP, serta keuntungan selisih kurs positif. Volume penjualan listrik dan uap yang lebih tinggi diproyeksikan meningkatkan pendapatan operasi milik sendiri.
  • How?
    PGE meningkatkan produksi menjadi sekitar 3.222 GWh, menaikkan capacity factor dan availability factor, serta mempercepat pengembangan PLTP Lumut Balai, Lahendong Low Pressure, proyek co-generation, dan Gunung Tiga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PGE mendapat untung Rp1,42 triliun pada enam bulan pertama 2026. Uangnya bertambah karena listrik dari panas bumi dibuat lebih banyak. Sampai Juli, PGE membuat listrik paling banyak, yaitu 3.222 GWh. PGE juga sedang membuat proyek panas bumi baru di Sumatra Selatan supaya bisa menghasilkan listrik bersih lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kinerja PGE pada paruh pertama 2026 menunjukkan penguatan operasional yang nyata: laba dan pendapatan bertumbuh seiring produksi panas bumi yang mencapai rekor, sementara keandalan pembangkit meningkat dan gangguan menurun. Penghindaran emisi yang besar serta kemajuan proyek-proyek pengembangan turut mencerminkan aktivitas usaha yang selaras dengan pasokan listrik bersih dan andal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mencetak laba senilai 79,61 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,42 triliun (kurs Rp17.899 per dolar AS) hingga semester I-2026.

Capaian laba pada enam bulan pertama 2026 itu tumbuh 15,48 persen secara year on year (yoy).

1. Pendapatan melesat 14,7 persen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal I 2025. (dok. Pertamina)

Lebih lanjut, pendapatan PGE hingga semester I-2026 tercatat sebesar 235,03 juta dolar AS atau setara Rp4,21 triliun.

Capaian itu tumbuh 14,7 persen dari pendapatan di semester I-2026 yang sebesar 204,85 juta dolar AS.

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, pertumbuhan pendapat ditopang pertumbuhan oleh  produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

“Serta keuntungan selisih kurs yang positif," ujar Fransetya dikutip Senin, (5/1/2026).

2. Produksi naik 12,7 persen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal I 2025. (dok. Pertamina)

Hingga 31 Juli 2026, total produksi PGE mencapai sekitar 3.222 gigawatt hour (GWh), naik 12,7 persen dari 2.859 GWh pada periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi Perseroan.

Dengan capaian itu, pendapatan dari operasi milik sendiri diproyeksikan terus meningkat secara tahunan, ditopang volume penjualan listrik dan uap yang lebih tinggi. Untuk keseluruhan 2026, PGE menargetkan produksi 5.255 GWh, naik dari 5.095 GWh pada 2025.

Secara konsolidasi, capacity factor naik menjadi 90,62 persen dari 87,78 persen, availability factor meningkat menjadi 99,51 persen dari 99,13 persen, dan tingkat gangguan turun menjadi 0,15 persen dari 0,22 persen.

Dari sisi keberlanjutan, operasional PGE hingga Juli 2026 menghindarkan emisi sebesar 2.327.905 ton CO2e dibandingkan pembangkit berbasis batu bara, dengan intensitas emisi jauh di bawah ambang batas Taksonomi Uni Eropa sebesar 100 gram CO2e/kWh.

3. Proyek PLTP Sumsel Digenjot

Salah satu lapangan panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (Dok PGE)

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani mengatakan, dari sisi pertumbuhan, PGE mempercepat pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Muara Enim, Sumatra Selatan, masing-masing berkapasitas 55 MW.

Setelah persetujuan Final Investment Decision (FID) pengembangan Unit 3 pada kuartal I 2026, tajak perdana dilakukan pada Rabu (8/7/2026) di sumur LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, disusul pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, yang dimulai pada 17 September 2026.

Kepercayaan terhadap proyek itu diperkuat dengan masuknya PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 ke dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas pada Juni lalu, yang membuka akses pendanaan melalui potensi pinjaman luar negeri senilai US$158,86 juta untuk Unit 3 dan US$148,97 juta untuk Lumut Balai Unit 4.

Proyek strategis lain juga terus bergerak. Tarif proyek Lahendong Low Pressure (15 MW) telah disepakati pada April 2026, sementara proyek co-generation berkapasitas total 230 MW menargetkan penandatanganan PPA pada kuartal IV 2026. Di Ulubelu, proyek Gunung Tiga (2x27,5 MW) menjadwalkan uji produksi sumur GTG-B1 pada Oktober 2026 dengan target COD pada 2029.

“Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Kinerja yang solid dan proyek yang terus bergerak menjadi fondasi kami untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Ahmad Yani.

Curated For You

Editorial Team

Related Article