- Aceh 429
- Bali 611
- Banten 10.376
- Bengkulu 535
- DI Yogyakarta 1.576
- DKI Jakarta 6.311
- Gorontalo 87
- Jambi 303
- Jawa Barat 18.815
- Jawa Tengah 14.700
- Jawa Timur 5.949
- Kalimantan Barat 2.577
- Kalimantan Selatan 2.140
- Kalimantan Tengah 479
- Kalimantan Timur 3.917
- Kalimantan Utara 76
- Kepulauan Bangka Belitung 271
- Kepulauan Riau 3.265
- Lampung 800
- Maluku 85
- Maluku Utara 73
- Nusa Tenggara Barat 177
- Nusa Tenggara Timur 171
- Papua 88
- Papua Barat 214
- Riau 2.546
- Sulawesi Barat 95
- Sulawesi Selatan 4.297
- Sulawesi Tengah 1.650
- Sulawesi Tenggara 1.409
- Sulawesi Utara 345
- Sumatera Barat 627
- Sumatera Selatan 1.537
- Sumatera Utara 1.969
- Tidak Teridentifikasi 19
PHK Tembus 88.519 Orang di 2025, Ini Provinsi Paling Terdampak

- Provinsi dengan jumlah PHK terbanyak: Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK paling banyak mencapai 18.815 orang.
- Pergerakan PHK dari Januari hingga Desember: Pada Januari 2025, jumlah PHK sebanyak 10.025 orang. Tren penambahan berlanjut hingga Desember 2025 yang bertambah 458 orang tenaga kerja.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sebanyak 88.519 tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Dikutip dari Satu Data Ketenagakerjaan, data tersebut merupakan tenaga kerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Pada periode Januari sampai dengan Desember 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK," demikian dikutip IDN Times, Jumat (16/1/20226).
Berdasarkan data Kemenaker, Provinsi Jawa Barat masih menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK paling banyak selama periode tersebut. Totalnya mencapai 18.815 orang, atau sekitar 21,26 persen dari keseluruhan nasional.
1. Provinsi dengan jumlah PHK terbanyak

Data Kemenaker menunjukkan, lima provinsi mencatat jumlah PHK tertinggi sepanjang Januari hingga Desember 2025, mayoritas berada di Pulau Jawa.
Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 18.815 tenaga kerja ter-PHK, atau sekitar 21,26 persen dari total nasional. Angka tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai penyumbang PHK terbesar selama periode pelaporan.
Di posisi kedua, Jawa Tengah mencatat 14.700 tenaga kerja ter-PHK. Jumlah tersebut menempatkan provinsi tersebut sebagai wilayah dengan PHK tertinggi kedua secara nasional.
Selanjutnya, Banten berada di peringkat ketiga dengan 10.376 tenaga kerja ter-PHK sepanjang 2025. Sementara itu, DKI Jakarta menempati posisi keempat dengan 6.311 tenaga kerja ter-PHK, diikuti Jawa Timur di peringkat kelima dengan total 5.949 orang.
2. Pergerakan PHK dari Januari hingga Desember

Berdasarkan data, pada Januari 2025, jumlah PHK tercatat sebanyak 10.025 orang. Memasuki Februari 2025, jumlah tenaga kerja ter-PHK kembali bertambah 18.516 orang, pada Maret 2025 tercatat penambahan 5.667 orang.
Pada April 2025, penambahan PHK tercatat sebanyak 4.875 orang, Mei 2025 sebanyak 6.984 orang, kemudian Juni 2025 bertambah 6.967 orang. Tren penambahan berlanjut pada Juli 2025 dengan 7.456 orang, serta Agustus 2025 yang mencatat tambahan 7.191 orang tenaga kerja ter-PHK.
Sementara itu, pada September 2025 tercatat penambahan 7.437 orang, lalu Oktober 2025 mengalami peningkatan sebesar 8.984 orang. Menjelang akhir tahun, penambahan PHK pada November 2025 tercatat 3.959 orang, dan pada Desember 2025 bertambah 458 orang tenaga kerja.
3. Rincian PHK di seluruh provinsi

Berikut rincian PHK di 2025:


















