Pilih Garap Pabrik Bus-Truk Listrik, Anindya Bakrie Beberkan Tujuannya

- Anindya Bakrie menegaskan fokus VKTR pada bus dan truk listrik untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional serta menghemat subsidi BBM hingga 5 miliar dolar AS per tahun.
- VKTR menargetkan peningkatan TKDN dari 40 persen menjadi 80 persen pada 2028, menggandeng universitas dan mitra industri guna memperkuat teknologi serta mendukung kemandirian ekonomi nasional.
- Pabrik VKTS di Magelang bernilai investasi Rp5 triliun menjadi fasilitas perakitan bus-truk listrik pertama di Indonesia, didukung kemitraan strategis dengan karoseri lokal dan berbagai perusahaan transportasi besar.
Jakarta, IDN Times - Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan alasan perusahaan memprioritaskan pengembangan bus dan truk listrik. Hal itu karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Selain itu, elektrifikasi pada segmen kendaraan komersial tersebut berpotensi menghemat subsidi BBM hingga 5 miliar dolar AS per tahun. Hal itu disampaikan Anin saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTS di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan VKTR dibangun di atas dua gagasan utama, yaitu dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Upaya menuju target net zero emission 2060 serta penguatan ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dinilai sebagai langkah strategis bagi Indonesia.
Menurutnya, kehadiran VKTR merupakan kelanjutan dari perjalanan industri otomotif nasional yang dirintis sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975. Saat ini, perusahaan bertransformasi dari produsen komponen menjadi produsen kendaraan listrik utuh.
“Kami ingin melaporkan bahwa kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," kata Anin dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
1. VKTR targetkan tingkat komponen dalam negeri capai 80 persen

Dari sisi industri, Anindya memastikan pihaknya berkomitmen meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang saat ini telah mencapai 40 persen. Target tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 60 persen pada tahun ini dan mencapai 80 persen pada 2028.
Dia menjelaskan strategi pengembangan industri otomotif yang dimulai dari kendaraan komersial berkaca pada pengalaman sukses negara lain seperti Jepang. Selain itu, VKTR juga menggarap infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya serta pengembangan dump truck compactor tertutup untuk pengelolaan sampah di Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami melihat bahwa ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," terang Anin.
Di sektor teknologi, VKTR menggandeng sejumlah universitas nasional dan telah mengantongi 14 hak cipta, termasuk teknologi konversi kendaraan bensin ke listrik (retrofit). Anin pun berharap adanya dukungan regulasi pemerintah guna mendorong penguatan TKDN dan memperluas kolaborasi dengan pihak swasta maupun BUMN.
"Mudah-mudahan harapan kami, kami bisa mendapat dukungan supaya regulasi dan peraturan pemerintah bisa mendorong supaya tingkat komponen dalam negeri bisa ditegakkan dan juga bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik di swasta maupun di BUMN," papar Anin.
2. Prabowo berharap VKTR jadi national champion

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada sektor swasta, khususnya kelompok usaha yang dipimpin Anindya Bakrie, atas konsistensinya membangun industri dalam negeri selama beberapa tahun terakhir.
“Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak berapa tahun oleh Saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut dan berharap VKTR mampu tumbuh menjadi national champion Indonesia di sektor otomotif. Dia ingin VKTR sejajar dengan perusahaan global seperti Isuzu dan Hino dari Jepang, atau Hyundai dan Daewoo dari Korea Selatan.
Peresmian tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional pada segmen kendaraan berat guna mendorong ekosistem energi bersih.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ungkapnya.
3. Investasi hijau senilai Rp5 triliun dan kemitraan strategis

Fasilitas VKTS di Magelang merupakan pabrik perakitan bus dan truk listrik pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas pengujian berstandar internasional, meliputi road test, climb test, rain test, hingga flood test. Pabrik tersebut merupakan bagian dari investasi senilai Rp5 triliun yang dikucurkan Bakrie Group melalui VKTR dalam industri hijau nasional.
Dalam operasionalnya, VKTR menjalin kemitraan dengan sejumlah karoseri nasional seperti Tri Sakti, Laksana, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya. Perusahaan juga bekerja sama dengan mitra pelanggan strategis, di antaranya PT Transjakarta yang memiliki target elektrifikasi 10.000 unit bus, PT Blue Bird Tbk, serta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Selain itu, uji coba kendaraan listrik tengah dilakukan bersama PT Semen Indonesia Logistik dan Perhutani.
Di bidang inovasi, kolaborasi VKTR dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah menghasilkan 14 hak cipta yang mencakup solusi retrofit hingga sistem manajemen armada. Sementara kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) menghasilkan pengembangan material baterai berbasis nikel untuk mendukung program hilirisasi.
Hadir dalam peresmian tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi serta jajaran pimpinan daerah setempat.
















