ilustrasi paylater (IDN Times/Aditya Pratama)
Data hingga Juni 2026 menunjukkan indeks pinjaman meningkat menjadi 157,7, jauh lebih tinggi dibandingkan indeks belanja yang berada di level 115,1. Sebaliknya, indeks tabungan turun menjadi 84,8 dengan basis Januari 2024 sebesar 100.
Secara tahunan, pertumbuhan pinjaman juga tercatat paling tinggi, yakni 24,6 persen. Adapun belanja tumbuh 6 persen, sedangkan tabungan masih terkontraksi 5,7 persen.
Kondisi tersebut mengindikasikan masyarakat mulai mengurangi tabungan untuk mempertahankan daya beli, sekaligus meningkatkan pemanfaatan fasilitas pinjaman. Tren ini menunjukkan konsumsi rumah tangga masih mampu tumbuh, tetapi semakin ditopang oleh pembiayaan berbasis utang atau leverage spending.
Dari sisi jenis pembiayaan, pinjaman online masih mendominasi kredit nonbank. Hingga Mei 2026, outstanding pinjol mencapai sekitar Rp103,7 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan outstanding kartu kredit yang mencapai Rp43,8 triliun dan paylater sebesar Rp13,2 triliun.