Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN Pasok Listrik 1,45 GW untuk Kampus Data Center Terbesar RI

PLN Pasok Listrik 1,45 GW untuk Kampus Data Center Terbesar RI
EDGE2 Data Center (dok. Digital Edge Indonesia)
Intinya Sih
  • Digital Edge merampungkan topping out gedung pertama CGK1 di Bekasi dan mengamankan pasokan listrik 1,45 GW dari PLN, menjadi komitmen daya terbesar untuk kampus pusat data di Indonesia.
  • Proyek CGK Campus bernilai investasi 4,5 miliar dolar AS ini dirancang untuk mendukung komputasi AI berskala besar dengan efisiensi energi tinggi dan target operasional mulai kuartal IV-2026.
  • Kolaborasi Digital Edge dan PLN disebut sebagai langkah strategis membangun fondasi agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi digital dan AI di tingkat global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pengembang pusat data Digital Edge mencatat dua pencapaian besar dalam proyek kampus pusat data CGK di Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan merampungkan proses topping out gedung pertama CGK1 sekaligus mengamankan pasokan listrik sebesar 1,45 gigawatt (GW) dari PT PLN (Persero).

Nilai tersebut menjadi komitmen pasokan daya terbesar yang pernah diamankan untuk satu kampus pusat data di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendukung lonjakan kebutuhan infrastruktur hyperscale, komputasi awan, hingga kecerdasan buatan (AI).

1. Pasokan listrik terbesar untuk kampus data center di Indonesia

Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi
Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)

Digital Edge menjelaskan pasokan listrik sebesar 1,45 GW tersebut disiapkan melalui skema 2 x 725 MVA dengan dua jalur suplai independen. Skema itu dirancang menghadirkan sistem kelistrikan dual-feed yang andal untuk menopang berbagai beban kerja mission-critical, termasuk AI dan layanan cloud.

Kerja sama dengan PLN dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi digital nasional, terutama ketika kebutuhan daya untuk pusat data semakin meningkat seiring percepatan adopsi AI.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, kebutuhan pusat data menjadi salah satu indikator berkembangnya ekosistem digital nasional.

“Pertumbuhan industri data center mencerminkan semakin pesatnya perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sektor strategis ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” tutur Darmawan, Senin (15/6/2026)

2. Investasi 4,5 miliar dolar AS untuk pusat data berbasis AI

ilustrasi modal
ilustrasi modal (IDN Times/Aditya Pratama)

CGK Campus dibangun dengan total investasi mencapai 4,5 miliar dolar AS. Fasilitas ini secara khusus dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi AI dan pengolahan data dalam skala besar.

Digital Edge menargetkan efisiensi energi melalui annualized Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, sertifikasi LEED, pemanfaatan energi terbarukan, sistem daur ulang air, hingga teknologi pendinginan cair yang mendukung workload AI.

CGK1 dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Sementara itu, gedung kedua dan ketiga akan menyusul pada kuartal I dan II 2027.

3. Disiapkan untuk membawa Indonesia bersaing di ekonomi AI global

Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi
Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar menilai penyelesaian struktur CGK1 dan kepastian pasokan listrik menjadi bukti optimisme perusahaan terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia.

Topping out CGK1 yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” kata Stephanus.

Dia menegaskan pembangunan kampus pusat data tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur digital biasa.

“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data. Kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,” ujar Stephanus..

Sebagai informasi, CGK Campus berlokasi di Bekasi, kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama di Cikarang dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di Jakarta. Kampus ini juga akan didukung jaringan serat optik milik Indonet yang seluruh jalur barunya dibangun di bawah tanah guna meningkatkan keandalan jaringan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More