Digital Edge siap membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate Bekasi (dok. Digital Edge)
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar menilai penyelesaian struktur CGK1 dan kepastian pasokan listrik menjadi bukti optimisme perusahaan terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia.
“Topping out CGK1 yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” kata Stephanus.
Dia menegaskan pembangunan kampus pusat data tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur digital biasa.
“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data. Kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,” ujar Stephanus..
Sebagai informasi, CGK Campus berlokasi di Bekasi, kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama di Cikarang dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di Jakarta. Kampus ini juga akan didukung jaringan serat optik milik Indonet yang seluruh jalur barunya dibangun di bawah tanah guna meningkatkan keandalan jaringan.