Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara

Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
Tampak site PT Borneo Indobara (BIB) di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Melalui komitmennya dalam program Green Mining Realization, salah satunya listrik hijau, kini PT BIB menjadi pengguna layanan Renewable Energy Certificate PLN terbesar di wilayah Kalimantan sebanyak 42.096 unit setelah kembali membeli layanan tersebut sebanyak 23.040 unit pada Februari ini (dok. PLN)
Intinya Sih
5W1H
  • PLN menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) kepada PT Borneo Indobara, menjadikannya pengguna REC terbesar di Kalimantan dengan total 42.096 unit setara 42 MWh listrik hijau.
  • PT BIB berkomitmen pada program Green Mining Realization dengan target elektrifikasi armada hingga 75 persen pada 2028 dan menuju nol emisi pada periode 2028–2029.
  • PLN menegaskan kolaborasi ini sebagai langkah strategis mendukung transisi energi bersih nasional, memperkuat daya saing industri, serta mendorong ekosistem pertambangan ramah lingkungan di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada Minggu (8/2). Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen PLN bersama mitra dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di dunia industri pertambangan (green mining) nasional.

Dengan penambahan tersebut, penggunaan layanan REC oleh PT BIB kini menjadi yang terbesar di wilayah Kalimantan sebanyak 42.096 unit atau setara 42 MWh dari sebelumnya 19.056 unit sejak tahun 2023 lalu.

1. COO PT BIB, Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN

IMAGE PLN 3 MARET 2026 (2) (1).jpeg
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (depan kiri) menyerahkan plakat kepada Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Energy Management Indonesia (PLN EMI), Saulus Erwin Pamungkas (depan kanan) pascapenandatanganan jual beli Renewable Energy Certificate (REC) antara PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah dan PT Borneo Indobara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (9/2). (dok. PLN)

Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam mendukung pelaksanaan program Green Mining Realization, salah satunya melalui layanan REC. Menurutnya, kebutuhan daya listrik PT BIB yang diperkirakan mencapai 200 hingga 240 megavolt ampere (MVA) pada 2028, juga memerlukan dukungan suplai listrik dari PLN yang bukan hanya andal dan cukup, namun juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam menuju pertambangan nasional yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam hal mengurangi emisi karbon secara aktif, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mengurangi impor bahan bakar, dan tentunya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Raden.

Raden melanjutkan, komitmen Green Mining Realization yang ditunjukkan oleh PT BIB bukan hanya melalui penggunaan layanan REC PLN. Pihaknya juga terus melakukan pendekatan ramah lingkungan dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi armada operasional.

“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar, dengan target elektrifikasi pada 2026 sebesar 25 persen armada telah beralih ke listrik. Selanjutnya hingga 2028 ditargetkan mencapai 75 persen, serta pada 2028-2029 menuju target nol emisi,” jelasnya.

2. Kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih

IMAGE PLN 3 MARET 2026 (1).jpeg
Tampak site PT Borneo Indobara (BIB) di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Melalui komitmennya dalam program Green Mining Realization, salah satunya listrik hijau, kini PT BIB menjadi pengguna layanan Renewable Energy Certificate PLN terbesar di wilayah Kalimantan sebanyak 42.096 unit setelah kembali membeli layanan tersebut sebanyak 23.040 unit pada Februari ini (dok. PLN)

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air. Pihaknya berkomitmen akan terus menyediakan layanan listrik hijau sebagai upaya untuk mendukung daya saing sektor industri Indonesia yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan. PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan produk hijau seperti REC untuk membantu pelanggan industri meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi nasional, khususnya green mining. Kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Adi.

3. Per 2025, tercatat penjualan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 TWh

IMAGE PLN 3 MARET 2026 (3) (1).jpeg
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (tengah) berfoto bersama Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro (kedua dari kanan), Direktur 2 PT Borneo Indobara, Edi Siswandoro (kanan), Chief Executive Officer Golden Energy Mine (Holding Company PT Borneo Indobara), Bonifasius Huang (kiri), dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono menyambut baik langkah PT BIB memanfaatkan layanan REC PLN sebagai bagian dari implementasi energi bersih dan praktek green mining. Iwan meyakini, kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan PT BIB yang telah mengoptimalkan layanan REC sebagai salah satu komitmen dalam menjalankan praktek green mining. Semoga semangat ini bisa menginspirasi pelaku industri lain, sehingga manfaat transisi energi dapat semakin luas dirasakan," ujar Iwan.

Layanan Green Energy as a Service (GEAS) REC adalah inovasi produk hijau PLN yang menjamin penggunaan energi baru terbarukan (EBT) secara transparan dan diakui internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil, dengan sistem pelacakan APX Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs) dari Amerika Serikat yang memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.

Sepanjang 2025, tercatat penjualan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 19,65 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan pelanggan sektor industri dan bisnis terhadap produk energi hijau dari PLN sekaligus meningkatnya kesadaran pelanggan akan transisi energi. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Cynthia Kirana Dewi
EditorCynthia Kirana Dewi
Follow Us

Latest in Business

See More