Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil dan Perjalanan Karier Pemilik Taksi Listrik Xanh SM

Profil dan Perjalanan Karier Pemilik Taksi Listrik Xanh SM
Orang terkaya Vietnam dan bos Vingroup, Pham Nhat Vuong (Dok Vingroup)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Xanh SM, layanan taksi listrik asal Vietnam milik Pham Nhat Vuong, mulai beroperasi di Indonesia sejak akhir tahun lalu sebagai bagian ekspansi internasional perusahaan.

  • Pham Nhat Vuong memulai karier bisnisnya dari usaha kuliner di Ukraina sebelum sukses besar lewat merek mi instan Mivina yang kemudian dijual ke Nestle senilai 150 juta dolar AS.

  • Setelah kembali ke Vietnam, Vuong membangun Vingroup dan VinFast hingga menjadi miliarder pertama di negaranya dengan kekayaan mencapai 4,1 miliar dolar AS menurut Forbes.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Layanan taksi dengan armada mobil listrik, Xanh SM mulai beroperasi di Indonesia sejak Desember 2024 lalu. Xanh SM didirikan di Vietnam pada 2023, kemudian merambah pasar internasional, termasuk Indonesia.

Pendiri sekaligus pemilik Xanh SM adalah Pham Nhat Vuong, yang masih bertahan di posisinya sebagai orang terkaya di Vietnam. Dia adalah pemilik Vingroup, perusahaan konglomerasi terbesar di negara tersebut.

Vingroup memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang real estat, ritel, dan layanan kesehatan. Unit utama usaha grup ini adalah produsen kendaraan listrik, VinFast, pengembang properti Vinhomes, dan jaringan hotel Vinpearl.

Berikut profil dan perjalanan karier sang pemilik Xanh SM, Pham Nhat Vuong.

Table of Content

1. Memulai bisnis di bidang kuliner

1. Memulai bisnis di bidang kuliner

ilustrasi mi instan (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi mi instan (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Dikutip dari Business Insider, sebelum menjadi taipan mobil listrik, Vuong memulai bisnisnya di bidang kuliner.

Setelah lulus dari Moscow Geological Prospecting Institute di Rusia pada 1993, dia memutuskan pindah ke Kharkiv, Ukraina. Vuong meminjam uang 10 ribu dolar AS dari keluarga dan temannya untuk membuka restoran Vietnam di sana.

Ketika usahanya bangkrut, dia beralih membuat dan menjual mi instan dan meraih kesuksesan. Dia fokus membangun bisnis mi dengan merek Mivina dan mendirikan Technocom. Namun, dia menjual perusahaan tersebut ke Nestle pada 2010 senilai 150 juta dolar AS.

2. Kembali ke Vietnam

Pham Nhat Vuong dan Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi pabrik VinFast di Vietnam (Dok Vingroup)
Pham Nhat Vuong dan Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi pabrik VinFast di Vietnam (Dok Vingroup)

Setelah sukses besar di Ukraina, Vuong kembali ke negara asalnya. Vuong melihat Vietnam juga mengalami perubahan serupa dengan Ukraina, ketika perekonomiannya bertransisi dari sistem yang dikelola negara menjadi perekonomian yang lebih berbasis pasar pada akhir 1990-an.

Dia melirik bisnis lain di bidang real estat di Vietnam. Bisnisnya berkembang pesat. Dia pun melakukan ekspansi ke proyek perkantoran, pembangunan kota mewah, dan pusat perbelanjaan di Hanoi.

Vuong pun mengonsolidasikan sebagian besar asetnya ke dalam perusahaan Vingroup, yang merupakan konglomerasi dengan eksposur di industri perawatan kesehatan, hiburan, dan teknologi.

Pada 2013, Vuong menjadi miliarder pertama di Vietnam, menurut Forbes. Vingroup menghasilkan pendapatan 5,4 miliar dolar AS dan laba 83 juta dolar AS pada 2022. Dia kemudian mendirikan VinFast. Perusahaan ini memproduksi dan menjual motor dan mobil listrik.

VinFast telah membangun pabrik manufaktur senilai 4 miliar dolar AS di North Carolina. Vuong memiliki tekad membuat perusahaan tersebut sukses dan bisa bersaing dengan perusahaan kendaraan listrik lainnya di dunia, termasuk Tesla.

3. Kekayaan Pham Nhat Vuong

ilustrasi harta kekayaan (Pexels.com/Pixabay)
ilustrasi harta kekayaan (Pexels.com/Pixabay)

Pada Agustus 2023, Pham Nhat Vuong membawa VinFast melantai di Nasdaq melalui skema SPAC. Langkah ini sempat membuatnya menjadi orang terkaya di Vietnam dan masuk jajaran miliarder teratas di Asia.

Berdasarkan data terbaru dari Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Vuong kini berada di kisaran sekitar 4 hingga 5 miliar dolar AS atau setara puluhan triliun rupiah. Posisi globalnya juga mengalami perubahan signifikan dan tidak lagi berada di jajaran 100 besar dunia, melainkan turun ke luar 500 besar tergantung fluktuasi pasar saham.

FAQ seputar Profil dan Perjalanan Karier Pemilik Taksi Listrik Xanh SM

Siapa pemilik Xanh SM?

Xanh SM dimiliki oleh Pham Nhat Vuong, seorang pengusaha asal Vietnam yang juga dikenal sebagai pendiri VinFast.

Xanh SM berasal dari perusahaan apa?

Xanh SM merupakan bagian dari ekosistem bisnis Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam.

Apa fokus utama bisnis Xanh SM?

Xanh SM fokus pada layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional.

Kapan Xanh SM mulai berekspansi ke luar Vietnam?

Perusahaan ini mulai melakukan ekspansi internasional setelah sukses di pasar domestik, termasuk masuk ke Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara.

Apa keunggulan Xanh SM dibanding taksi biasa?

Keunggulannya terletak pada penggunaan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan, lebih senyap, serta mendukung pengurangan emisi karbon.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Jumawan Syahrudin
3+
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More