Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo

Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo
Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Rahmat, pemilik kios di Makassar, berhasil menyekolahkan anaknya ke Kairo berkat penghasilan dari layanan keuangan BukuAgen yang ia jalankan di warung Azhar Cell.
  • Dengan menjadi agen BukuAgen, kios Rahmat kini melayani 20–30 transaksi harian dan memberi tambahan penghasilan hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya.
  • Kisah Rahmat mencerminkan peran UMKM dalam memperluas akses layanan keuangan komunitas, sejalan dengan misi BukuWarung memberdayakan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Dari kios kecil di Makassar, Rahmat (39) kini mampu menyekolahkan anaknya hingga ke Kairo, Mesir. Anak yang menjadi inspirasi di balik nama tokonya, Azhar Cell, saat ini menempuh pendidikan SMA di Al Azhar, Kairo, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di pesantren.

Rahmat berharap langkah ini dapat membuka jalan bagi anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di negara tersebut. Perjalanan tersebut menjadi salah satu perubahan paling nyata yang Rahmat rasakan dalam beberapa tahun terakhir.

Dari usaha sederhana yang dulu hanya melayani penjualan pulsa, kini ia dapat mendukung pendidikan anaknya hingga ke luar negeri, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah Rahmat bayangkan. Sebuah perubahan yang bermula dari keputusan sederhana tiga tahun lalu, saat ia mencoba menjadi agen layanan keuangan melalui BukuAgen.

Sebelumnya, Rahmat hanya menjalankan sebuah konter pulsa sederhana. Ia kerap mendapat pertanyaan dari pelanggan yang ingin menarik uang atau melakukan transfer, namun belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Warga sekitar pun harus pergi cukup jauh ke ATM atau bank, dan sering kali menghadapi antrean.

Kini, kondisi tersebut berubah. Kios milik Rahmat melayani 20–30 transaksi keuangan setiap hari, mulai dari tarik tunai hingga Rp10 juta per transaksi, transfer, hingga pembayaran tagihan. Di tengah menjamurnya mini ATM, kios Rahmat tetap ramai, memberinya tambahan penghasilan Rp3–5 juta per bulan, bahkan dua kali lipat dari sebelumnya.

“Awalnya usaha saya hanya kios campuran. Kemudian saya mencoba layanan BukuAgen melalui mesin EDC mini ATM yang ditawarkan. Seiring waktu, jumlah peminat dan transaksi terus meningkat,” ujar Rahmat. Kisahnya mencerminkan pergeseran peran warung dari sekadar tempat jual beli menjadi titik layanan keuangan berbasis kepercayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

1. Usahanya kian berkembang dengan layanan yang lengkap

Merchant BukuAgen(2).jpeg
Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo. (Dok. Istimewa)

Kios milik Rahmat telah berkembang menjadi tempat bagi masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran listrik dan PDAM, hingga pembelian pulsa dan voucher digital.

“Sekarang warung saya bukan cuma untuk jualan, tapi juga jadi tempat warga melakukan berbagai transaksi keuangan. Dari tarik tunai, transfer, sampai bayar tagihan, semua bisa di sini,” ujar Rahmat, saat ditemui di toko Azhar Cell di Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Ia melihat sendiri bagaimana kebiasaan warga mulai berubah dan bukan lagi sekadar mencari akses, tetapi mencari tempat yang lebih dekat, cepat, dan bisa dipercaya. Dengan layanan yang semakin lengkap, warungnya kini menjadi rujukan utama warga sekitar untuk berbagai kebutuhan finansial harian, sekaligus membuka peluang usaha yang sebelumnya tidak ia bayangkan. “Lebih enak menarik di sini daripada di ATM,” ujar salah satu pelanggan kepada Rahmat.

Bagi Rahmat, perubahan ini tidak hanya berdampak pada usahanya, tetapi juga pada kehidupan keluarganya. Dari hasil usahanya sebagai payment agent BukuAgen, ia kini mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih stabil, bahkan membiayai pendidikan anaknya hingga ke luar negeri.

Pencapaian ini menjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan saat masih menjalankan kios campuran. Kini, usaha yang awalnya hanya untuk mencukupi kebutuhan harian telah berkembang menjadi sumber penghasilan utamanya, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

2. Mendorong para agen untuk berkembang

Merchant BukuAgen(7).JPG
Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo. (Dok. Istimewa)

Kisah Rahmat menjadi salah satu potret yang diangkat dalam rangkaian Laskar Agen Juara Roadshow 2026 yang digelar di Makassar pada 22 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Rahmat berhasil meraih peringkat ke-9 Agen Juara di wilayah Sulawesi Selatan dan Tengah, sebuah pencapaian yang mencerminkan konsistensi dan pertumbuhan usahanya dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Melalui inisiatif ini, BukuAgen tidak hanya memperkenalkan fitur dan layanan, tetapi juga mendorong para agen untuk berkembang sebagai bagian dari ekosistem keuangan berbasis komunitas, di mana warung berperan sebagai simpul kepercayaan yang semakin penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

BukuAgen kini telah menjangkau lebih dari 250 ribu pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia, dengan Indonesia Timur sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Pendekatan ini mendorong perluasan akses layanan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus membuka peluang tambahan bagi pelaku usaha di tingkat komunitas. 

“Apabila merchant bergabung dengan BukuAgen, secara bisnis pendapatan mereka setidaknya dapat meningkat 100 persen per tahun. Bahkan terdapat merchant yang awalnya hanya memiliki satu toko, kini telah membuka 18 hingga 20 toko," ujar Adi Harlim, Director of Sales (Merchant Success & Retail) BukuWarung.

3. BukuAgen memperkuat eksosistem pelaku usaha kecil

Merchant BukuAgen(1).JPG
Kisah Rahmat Jadi BukuAgen di Makassar hingga Sekolahkan Anak di Kairo. (Dok. Istimewa)

Ia menambahkan bahwa filosofi perusahaan bukan menggantikan pelaku usaha kecil, melainkan memperkuat ekosistem yang sudah ada. "Kami tidak ingin mendisrupsi ekosistem yang ada, melainkan bagaimana kami dapat memberdayakan ekosistem yang sudah berjalan, agar perputaran keuangannya semakin cepat,” tambahnya.

Secara lebih luas, kisah seperti Rahmat mencerminkan peran pelaku usaha kecil dalam memperluas akses layanan keuangan di tingkat komunitas. Melalui pemanfaatan layanan digital, termasuk dengan menjadi payment agent BukuAgen, warung yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai tempat berjualan kini berkembang menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari dengan lebih mudah dan dekat.

Di tengah keterbatasan akses layanan keuangan formal di beberapa wilayah, kehadiran warung seperti milik Rahmat menjadi salah satu solusi yang semakin relevan, menggabungkan kedekatan, kepercayaan, dan kemudahan dalam satu tempat, sekaligus semakin mendekatkan layanan keuangan dengan kebutuhan masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More