Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi ke Istana, Bahas Apa?

2 min read
Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi ke Istana, Bahas Apa?
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi (dok. Istimewa)

  • Presiden Prabowo Subianto memanggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi ke Istana Kepresidenan Jakarta pada 22 September 2026, tetapi Djaka mengaku belum mengetahui agenda pembahasannya.
  • Saat Djaka tiba, Prabowo sedang menggelar rapat mengenai industri tekstil hingga sepatu, dengan BRIN diundang memaparkan riset dan inovasi untuk memperkuat sektor tersebut.
  • BRIN menyiapkan sepatu murah, awet, mudah dirawat, dan nyaman bagi siswa kurang mampu, serta berharap inovasi itu dapat dimanfaatkan industri untuk produksi massal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi, ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9/2026). Djaka terlihat hadir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, sekitar pukul 15.20 WIB.

Saat ditanya mengenai agenda pertemuan dengan Presiden Prabowo, Djaka tak mau banyak bicara. Dia mengaku belum mengetahui apa yang akan dibahas.

"Belum tahu," ujar Djaka.

  1. 1. Prabowo sedang rapat bahas industri tekstil hingga sepatu saat Dirjen Bea Cukai datang

    Presiden Prabowo sedang rapat membahas industri tekstil hingga sepatu saat Dirjen Bea Cukai datang ke Istana. Hal itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria.

    "Dan tentu kami diundang terkait dengan riset dan inovasi apa yang bisa menunjang untuk penguatan industri tekstil. Memang sejumlah inovasi yang sudah dimiliki oleh BRIN nanti akan kami paparkan," ucap dia.

  2. 2. Sepatu inovasi BRIN disiapkan untuk siswa tak mampu

    Arif menjelaskan, sepatu inovasi BRIN dibuat untuk siswa tidak mampu. Sepatu tersebut didesain nyaman digunakan dan harganya murah.

    "Ya, memang ada sepatu yang kita siapkan untuk siswa yang tidak mampu ya. Sepatu yang murah, awet, kemudian mudah dirawat dan juga nyaman. Karena itu Bapak Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka," kata dia.

  3. 3. BRIN harap inovasinya bisa digunakan industri

    Lebih lanjut, Arif berharap, inovasinya bisa digunakan industri untuk diproduksinya massal.

    "Iya, betul. Insyaallah (diproduksi massal)," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More