Prabowo segera Umumkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

- Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan stimulus mobil dan motor listrik sebagai salah satu upaya pemerintah mendorong perekonomian.
- Skema insentif, termasuk sasaran merek nasional atau tidak, masih dibahas pemerintah dan diperkirakan hasilnya diketahui dalam satu hingga dua minggu.
- Pemerintah juga menyiapkan penguatan likuiditas bersama BI, perbaikan iklim investasi, dan percepatan belanja untuk mendukung pemulihan ekonomi semester II-2026.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan stimulus kendaraan listrik. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong perekonomian.
Purbaya mengatakan stimulus tersebut mencakup mobil dan motor listrik. Namun, dia belum membeberkan detail kebijakan karena masih dalam tahap pembahasan.
"Kita juga memberikan beberapa stimulus perekonomian dalam waktu dekat kalau nggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/8/2026).
1. Insentif kendaraan listrik masih dibahas

Saat ditanya apakah insentif kendaraan listrik nantinya hanya diberikan untuk merek nasional, mobil nasional, atau motor nasional, Purbaya menyebut keputusan terkait skema tersebut masih diolah pemerintah.
"Jadi, keputusannya sedang diolah, kita tunggu nanti hasilnya seperti apa. Kita akan lihat, mungkin seminggu-dua minggu lagi," ujar dia.
2. Purbaya enggan bocorkan bentuk stimulusnya

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu belum menjelaskan bentuk insentif yang akan diberikan. Dia hanya menyebut skema yang disiapkan kemungkinan tidak jauh berbeda dengan pembahasan sebelumnya.
"Bentuknya, aduh, nanti kalau saya kasih tahu bocor. Tapi nanti kayaknya nggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya," tutur Purbaya.
3. Pemerintah siapkan sejumlah langkah dorong ekonomi

Selain stimulus kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.
Purbaya mengatakan pemerintah akan memastikan likuiditas sistem keuangan tetap mencukupi melalui koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi serta mempercepat belanja pemerintah agar lebih lancar dibandingkan semester pertama.
"Kita diprediksi di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih di angka 5,6 sampai 6 persen, dengan kerja keras tentunya," kata dia.



















