Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Tetap Prioritaskan Hilirisasi meski Ada Perjanjian Tarif AS
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menegaskan kepentingan nasional tetap utama dalam kerja sama investasi dengan AS, termasuk soal perjanjian tarif dan pengelolaan sumber daya alam.
  • Prabowo menyatakan keterlibatan asing di sektor pertambangan diperbolehkan selama mengikuti aturan pemerintah, seperti contoh Freeport yang berkontribusi besar bagi pendapatan negara.
  • Hilirisasi menjadi syarat wajib bagi investor asing, dengan penekanan bahwa mineral kritis harus diolah di dalam negeri dan memberi nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, kepentingan nasional tetap jadi yang utama di tengah adanya kerja sama investasi dengan Amerika Serikat (AS). Prabowo menekankan, kendati terdapat pembahasan terkait perjanjian tarif dengan AS, seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti aturan berlaku, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Mantan Menteri Pertahanan itu pun menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis. Indonesia, kata Prabowo, tidak menutup akses bagi pihak asing, selama mereka mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Soal critical mineral, saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price, at economic price,” ujar Prabowo, dikutip Minggu (22/3/2026).

1. Keterlibatan asing dalam pertambangan hal biasa

Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Papua. (IDN Times/Uni Lubis)

Prabowo menjelaskan, keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan bukan hal baru. Menurut dia, pemerintah telah lama memberikan izin seperti pada Freeport yang kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar bagi negara.

“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izinkan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izinkan,” ujar Prabowo.

2. Hilirisasi tetap yang utama

Proyek hilirisasi Danantara Indonesia (dok.Inalum)

Meski begitu, Prabowo menegaskan, prinsip hilirisasi tetap menjadi syarat utama. Indonesia tidak mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan di dalam negeri.

“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” ujarnya.

3. Mineral kritis harus memberikan nilai ekonomi maksimal buat RI

ilustrasi nikel (Unsplash/Paul-Alain Hunt)

Selain itu, Prabowo juga menegaskan, mineral kritis merupakan komoditas yang harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.

Critical mineral is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” ujarnya.

Dengan begitu, investasi asing tetap terbuka, tetapi harus tunduk pada aturan nasional dan mendukung hilirisasi.

Editorial Team