Prabowo Undang Australia Investasi di Sektor Mineral Kritis

- Presiden Prabowo mengundang Australia berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas.
- Prabowo juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia.
- Presiden Prabowo membahas kerja sama lainnya dengan PM Albanese, termasuk bidang pendidikan, tenaga kerja terampil, dan undangan ke acara Ocean Impact Summit 2026 di Bali.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengundang Australia berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pernyataan bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese.
"Saya juga mengundang Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel tembaga bauksit dan emas pada saat yang sama kami juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Prabowo mengatakan, Danantara juga siap menjadi mitra perusahaan Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan berbagai kerja sama lainna.
Pada pertemuan itu, Presiden Prabowo mengaku membahas kerja sama lain, mulai dari pendidikan, tenaga kerja hingga pertanian.
"PM Albanese dan saya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang kami bangun," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengundang Albanese untuk hadir di acara Ocean Impact Summit 2026 di Bali. Acara tersebut digelar pada Juni 2026 mendatang.
"Sebagai penutup, saya mengundang PM Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada bulan Juni tahun ini," ucap dia.


















