Jakarta, IDN Times - Nama Joao Angelo de Sousa Mota kembali menjadi sorotan di Tanah Air. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tersebut diberitakan akan melakukan impor 105 ribu unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Jenis mobil yang diimpor adalah pikap 4x4 dan juga truk. Joao mengatakan, dua jenis kendaraan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik, terutama komoditas pertanian ke KDKMP.
Sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor Agrinas Pangan Nusantara dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), sedangkan 70 ribu unit mobil dari produsen India, yakni Tata Motors. Menurut Joao, dua produsen itu dipilih karena memberikan harga yang jauh lebih murah. Dia mengaku, dengan melakukan pengadaan mobil dari India itu, Agrinas Pangan bisa menghemat biaya hingga Rp43 triliun.
Rencana impor mobil pikap ini kemudian menuai kritik. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmas meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India itu melanggar Asta Cita Prabowo-Gibran.
Agrinas Pangan Nusantara sendiri sebelumnya adalah BUMN karya, yang berdiri dengan nama entitas PT Yodya Karya (Persero). Yodya Karya adalah BUMN yang bergerak dalam layanan konsultan enjiniring dan manajemen proyek dan pengembangan bisnis bermutu.
Yodya Karya telah mengumumkan transformasi perusahaan menjadi Agrinas Pangan Nusantara melalui situs webnya. Adapun perubahan nama perusahaan ditetapkan melalui Surat Menteri BUMN No. S-63/MBU/02/2025 per 10 Februari 2025.
Joao Mota sendiri bukanlah sosok asing bagi Prabowo. Dia adalah pendukung Prabowo dari Indonesia Timur. Berikut profilnya.
