Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Joao Angelo de Sousa, Dirut Agrinas Pangan Nusantara
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Joao Angelo de Sousa Mota, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, berencana impor 105 ribu mobil pikap dan truk dari India untuk mendukung distribusi logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

  • Rencana impor tersebut menuai kritik dari DPR karena dinilai melanggar Asta Cita Prabowo-Gibran, sementara Agrinas baru saja bertransformasi dari BUMN Yodya Karya menjadi perusahaan pangan nasional.

  • Joao sempat mengumumkan pengunduran diri pada Agustus 2025 karena menyoroti birokrasi lambat di Danantara, namun pemerintah menegaskan proses administrasi tetap sesuai prosedur yang berlaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Joao Angelo de Sousa Mota jadi bos di perusahaan Agrinas Pangan Nusantara, tapi dia sempat mau berhenti kerja karena katanya kerjaan di sana lambat. Terus orang-orang penting bilang mereka hormati keputusannya. Tapi akhirnya Joao tetap aktif dan sekarang dia juga sering bicara di acara besar tentang petani dan teknologi di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Joao Angelo de Sousa Mota merupakan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Dia diangkat memimpin Agrinas Pangan Nusantara pada awal Februari 2025.

Agrinas Pangan Nusantara sendiri sebelumnya adalah BUMN karya, yang berdiri dengan nama entitas PT Yodya Karya (Persero). Yodya Karya adalah BUMN yang bergerak dalam layanan konsultan enjiniring dan manajemen proyek dan pengembangan bisnis bermutu.

Yodya Karya telah mengumumkan transformasi perusahaan menjadi Agrinas Pangan Nusantara melalui situs webnya. Adapun perubahan nama perusahaan ditetapkan melalui Surat Menteri BUMN No. S-63/MBU/02/2025 per 10 Februari 2025.

Joao Mota sendiri bukanlah sosok asing bagi Prabowo. Dia adalah pendukung Prabowo dari Indonesia Timur. Berikut profilnya.

1. Sempat nyatakan mundur dari Agrinas

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Nama Joao Angelo de Sousa Mota sempat menjadi sorotan di Tanah Air karena mundur dari kursi Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Padahal Joao baru setengah setahun menjabat posisi tersebut. Keputusan itu disampaikan langsung oleh dirinya pada 11 Agustus 2025.

Dia juga membeberkan berbagai alasan kemundurannya, salah satunya menyinggung para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya tak bergerak cepat dalam melaksanakan cita-cita kedaulatan pangan. Tak hanya itu, saat mengumumkan keputusannya, dia juga menyinggung Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), dengan menyatakan birokrasi di lembaga tersebut rumit.

"Saya ingin menyampaikan bahwa birokrasi yang dijalankan dengan Danantara masih tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Bapak Presiden yang ingin memotong atau mempercepat," kata Joao.

Sementara itu, Joao diangkat menjadi Dirut per 10 Februari 2025 melalui Surat Keputusan Kementerian BUMN No. 32/MBU/02/2025. Dikutip dari situs resmi perusahaan, Joao adalah seorang profesional dengan pengalaman yang luas di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, serta industri kreatif.

Meski demikian pengunduran diri itu ternyata urung. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menghargai keputusan pengunduran diri tersebut.

"Danantara Indonesia menghormati keputusan pribadi Bapak Joao Angelo De Sousa Mota untuk mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Keputusan ini kami hargai sebagai langkah profesional, dan akan diproses sesuai ketentuan serta tata kelola perusahaan yang berlaku," kata Rosan dikutip dari keterangan resmi, Senin (11/8/2025).

Rosan juga memberikan penjelasan soal pengawasan yang dilakukan Danantara pada Agrinas Pangan Nusantara. Dia mengatakan, pihaknya memang menerapkan kajian kelayakan pada seluruh aksi korporasi sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Hal itu disebabkan pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengambilan keputusan untuk mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.

Selain Rosan, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto juga merespons pengunduran diri Joao Mota. Dia mengatakan, keputusan itu menunjukkan Joao Mota adalah sosok yang baik dan pintar. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto selalu mempertimbangkan figur terbaik setiap melakukan penunjukan pejabat untuk mengisi posisi strategis.

Namun, pemerintah membantah bahwa mundurnya Joao Mota disebabkan oleh minimnya dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap Agrinas Pangan Nusantara. Seluruh anggaran dan perencanaan disebut telah disusun dengan baik, namun prosesnya memang memerlukan waktu dan harus mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. Pejabat baru dinilai wajar jika masih perlu beradaptasi.

2. Ketua Tani Merdeka Indonesia NTT

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Berdasarkan penelusuran IDN Times, Joao adalah Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT). Organisasi tersebut merupakan salah satu kelompok yang memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bahkan, dalam situs resmi Tani Merdeka Indonesia, wajah Prabowo terpampang jelas sebagai logo organisasi. Berdirinya organisasi itu juga disetujui oleh Prabowo.

3. Joao Angelo de Sousa Mota hadir sebagai speaker di Indonesia Summit 2026

Joao adalah seorang profesional dan eksekutif yang dikenal karena kiprahnya di berbagai sektor termasuk konstruksi, pertanian, peternakan, dan industri kreatif. Joao memperoleh penghargaan “Dharma Pertahanan Madya” yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang tertentu.

Joao Angelo de Sousa Mota menjadi salah satu pembicara dalam sesi "SMEs and COOPERATIVES AS ENGINES OF INCLUSIVE ECONOMIC GROWTH" di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional.

Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.

Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!

FAQ seputar Profil Joao Angelo de Sousa

Siapa Joao Angelo de Sousa Mota?

Joao Angelo de Sousa Mota adalah seorang profesional dan eksekutif yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sejak awal Februari 2025. Ia memiliki rekam jejak dan pengalaman luas di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, serta industri kreatif.

Apa itu PT Agrinas Pangan Nusantara?

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) merupakan transformasi dari BUMN karya, PT Yodya Karya (Persero). Perubahan nama dan fokus bisnis perusahaan ini ditetapkan melalui Surat Menteri BUMN per 10 Februari 2025 untuk beralih menggarap sektor pangan nasional.

Mengapa nama Joao Mota sempat menjadi sorotan pada Agustus 2025?

Nama Joao Mota sempat ramai diperbincangkan karena ia menyatakan mundur dari kursi Direktur Utama pada 11 Agustus 2025, setelah baru menjabat selama setengah tahun. Ia sempat mengkritik rumitnya birokrasi di Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), meskipun pada akhirnya keputusan pengunduran diri tersebut urung dilakukan.

Apa hubungan Joao Mota dengan Presiden Prabowo Subianto?

Joao Mota merupakan salah satu pendukung setia Prabowo Subianto dari Indonesia Timur. Ia tercatat aktif sebagai Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu organisasi kelompok tani yang mendukung penuh pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Kapan Joao Mota dijadwalkan hadir di Indonesia Summit 2026?

Joao Mota akan hadir sebagai salah satu panelis/pembicara dalam sesi "SMEs and COOPERATIVES AS ENGINES OF INCLUSIVE ECONOMIC GROWTH" di Indonesia Summit 2026. Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026 bertempat di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article