Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Joao Angelo de Sousa, Dirut Agrinas yang Mau Impor Pikap India
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

  • Joao Angelo de Sousa Mota, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, berencana impor 105 ribu mobil pikap dan truk dari India untuk mendukung distribusi logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Rencana impor tersebut menuai kritik dari DPR karena dinilai melanggar Asta Cita Prabowo-Gibran, sementara Agrinas baru saja bertransformasi dari BUMN Yodya Karya menjadi perusahaan pangan nasional.
  • Joao sempat mengumumkan pengunduran diri pada Agustus 2025 karena menyoroti birokrasi lambat di Danantara, namun pemerintah menegaskan proses administrasi tetap sesuai prosedur yang berlaku.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nama Joao Angelo de Sousa Mota kembali menjadi sorotan di Tanah Air. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tersebut diberitakan akan melakukan impor 105 ribu unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Jenis mobil yang diimpor adalah pikap 4x4 dan juga truk. Joao mengatakan, dua jenis kendaraan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik, terutama komoditas pertanian ke KDKMP.

Sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor Agrinas Pangan Nusantara dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), sedangkan 70 ribu unit mobil dari produsen India, yakni Tata Motors. Menurut Joao, dua produsen itu dipilih karena memberikan harga yang jauh lebih murah. Dia mengaku, dengan melakukan pengadaan mobil dari India itu, Agrinas Pangan bisa menghemat biaya hingga Rp43 triliun.

Rencana impor mobil pikap ini kemudian menuai kritik. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmas meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India itu melanggar Asta Cita Prabowo-Gibran.

Agrinas Pangan Nusantara sendiri sebelumnya adalah BUMN karya, yang berdiri dengan nama entitas PT Yodya Karya (Persero). Yodya Karya adalah BUMN yang bergerak dalam layanan konsultan enjiniring dan manajemen proyek dan pengembangan bisnis bermutu.

Yodya Karya telah mengumumkan transformasi perusahaan menjadi Agrinas Pangan Nusantara melalui situs webnya. Adapun perubahan nama perusahaan ditetapkan melalui Surat Menteri BUMN No. S-63/MBU/02/2025 per 10 Februari 2025.

Joao Mota sendiri bukanlah sosok asing bagi Prabowo. Dia adalah pendukung Prabowo dari Indonesia Timur. Berikut profilnya.

1. Sempat nyatakan mundur dari Agrinas

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Nama Joao Angelo de Sousa Mota sempat menjadi sorotan di Tanah Air karena mundur dari kursi Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Padahal Joao baru setengah setahun menjabat posisi tersebut. Keputusan itu disampaikan langsung oleh dirinya pada 11 Agustus 2025.

Dia juga membeberkan berbagai alasan kemundurannya, salah satunya menyinggung para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya tak bergerak cepat dalam melaksanakan cita-cita kedaulatan pangan. Tak hanya itu, saat mengumumkan keputusannya, dia juga menyinggung Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), dengan menyatakan birokrasi di lembaga tersebut rumit.

"Saya ingin menyampaikan bahwa birokrasi yang dijalankan dengan Danantara masih tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Bapak Presiden yang ingin memotong atau mempercepat," kata Joao.

Sementara itu, Joao diangkat menjadi Dirut per 10 Februari 2025 melalui Surat Keputusan Kementerian BUMN No. 32/MBU/02/2025. Dikutip dari situs resmi perusahaan, Joao adalah seorang profesional dengan pengalaman yang luas di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, serta industri kreatif.

Meski demikian pengunduran diri itu ternyata urung. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menghargai keputusan pengunduran diri tersebut.

"Danantara Indonesia menghormati keputusan pribadi Bapak Joao Angelo De Sousa Mota untuk mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Keputusan ini kami hargai sebagai langkah profesional, dan akan diproses sesuai ketentuan serta tata kelola perusahaan yang berlaku," kata Rosan dikutip dari keterangan resmi, Senin (11/8/2025).

Rosan juga memberikan penjelasan soal pengawasan yang dilakukan Danantara pada Agrinas Pangan Nusantara. Dia mengatakan, pihaknya memang menerapkan kajian kelayakan pada seluruh aksi korporasi sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Hal itu disebabkan pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengambilan keputusan untuk mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.

Selain Rosan, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto juga merespons pengunduran diri Joao Mota. Dia mengatakan, keputusan itu menunjukkan Joao Mota adalah sosok yang baik dan pintar. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto selalu mempertimbangkan figur terbaik setiap melakukan penunjukan pejabat untuk mengisi posisi strategis.

Namun, pemerintah membantah bahwa mundurnya Joao Mota disebabkan oleh minimnya dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap Agrinas Pangan Nusantara. Seluruh anggaran dan perencanaan disebut telah disusun dengan baik, namun prosesnya memang memerlukan waktu dan harus mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. Pejabat baru dinilai wajar jika masih perlu beradaptasi.

2. Ketua Tani Merdeka Indonesia NTT

Logo Tani Merdeka Indonesia. (dok. situs web resmi Tani Merdeka Indonesia)

Berdasarkan penelusuran IDN Times, Joao adalah Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT). Organisasi tersebut merupakan salah satu kelompok yang memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bahkan, dalam situs resmi Tani Merdeka Indonesia, wajah Prabowo terpampang jelas sebagai logo organisasi. Berdirinya organisasi itu juga disetujui oleh Prabowo.

3. Profil Joao Angelo de Sousa Mota

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Joao adalah seorang profesional dan eksekutif yang dikenal karena kiprahnya di berbagai sektor termasuk konstruksi, pertanian, peternakan, dan industri kreatif.

Joao memperoleh penghargaan “Dharma Pertahanan Madya” yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang tertentu.

Meski demikian, data diri Joao Mota tidak beredar luas dan belum terpublikasi hingga kini.

Editorial Team