Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mobil Pikap India Mau Masuk RI, Istana Belum Mau Banyak Bicara

Mobil Pikap India Mau Masuk RI, Istana Belum Mau Banyak Bicara
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • PT Agrinas Pangan Nusantara membenarkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, namun Istana belum memberi banyak komentar.
  • Impor mencakup merek Mahindra Scorpio, Tata Yodha, dan Tata Ultra T.7 yang dibutuhkan untuk distribusi logistik pertanian di wilayah dengan kondisi lahan menantang.
  • Agrinas memilih produsen India karena harga lebih murah hingga hemat Rp43 triliun, serta menilai kualitas kendaraan Mahindra dan Tata Motors sudah terbukti tangguh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) membenarkan kabar impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, belum mau banyak bicara.

Prasetyo mengaku, masih ingin mengecek angka pastinya. "Aku cek dulu, cek dulu ya angka-angkanya," ujar Prasetyo di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

1. Pikap 4x4

IMG_0839.jpeg
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebelumnya, Agrinas Pangan akan melakukan impor 35 ribu unit mobil pikap 4x4 merek Scorpio buatan Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Kemudian, Agrinas Pangan mengimpor 35 ribu unit pikap 4x4 merek Tata Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7 buatan Tata Motors.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, dua jenis kendaraan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik, terutama komoditas pertanian ke KDKMP.

“Kenapa kita perlu 4x4? Karena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4x4,” ujar Joao saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

2. Dapat harga murah dari produsen India

IMG_0844.jpeg
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Joao mengatakan, dua produsen itu dipilih karena memberikan harga yang jauh lebih murah. Dia mengaku, dengan melakukan pengadaan mobil dari India itu, Agrinas Pangan bisa menghemat biaya hingga Rp43 triliun.

"Kalau kita menggunakan e-katalog (pengadaan dalam negeri), itu cost-nya sudah kami hitung sekitar Rp121 triliun. Tetapi dengan kami menggunakan direct buying kepada perusahaan-perusahaan pabrik-pabrik langsung, kita bisa mengefisiensikan sekitar Rp43 triliun, itu hanya untuk sarana-prasarana,” ujar Joao.3. Mobil yang diimpor diklaim berkualitas dan tahan banting

Joao mengatakan, kedua produsen India itu, baik Mahindra maupun Tata Motors sudah diakui kemampuannya dalam membuat mobil operasional.

“Dan mobil-mobil ini kita lihat di India proven. Yang umurnya ada yang sudah 40-an tahun gitu di India. Kita sendiri tidak tahu, ternyata Willys itu buatannya Mahindra, Jeep G7 itu buatannya Mahindra gitu. Kita dari dulu berpikir bahwa itu buatannya Amerika. Ternyata tidak. Dan Tata sendiri sekarang pun sangat maju. Termasuk Tata itu yang pemilik Range Rover,” tutur Joao.

3. Mobil yang diimpor diklaim berkualitas dan tahan banting

Direktur Utama  Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Joao mengatakan, kedua produsen India itu, baik Mahindra maupun Tata Motors sudah diakui kemampuannya dalam membuat mobil operasional.

“Dan mobil-mobil ini kita lihat di India proven. Yang umurnya ada yang sudah 40-an tahun gitu di India. Kita sendiri tidak tahu, ternyata Willys itu buatannya Mahindra, Jeep G7 itu buatannya Mahindra gitu. Kita dari dulu berpikir bahwa itu buatannya Amerika. Ternyata tidak. Dan Tata sendiri sekarang pun sangat maju. Termasuk Tata itu yang pemilik Range Rover,” tutur Joao.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More