PT Medela Potentia Bakal IPO pada April 2025, Target Tumbuh 12 Persen

- PT Medela Potentia Tbk akan melakukan IPO pada 15 April 2025 dengan menawarkan 3,5 miliar lembar saham
- Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif, dengan CAGR pertumbuhan pendapatan sebesar 11,8% dari 2021 hingga 2023
- Krestijanto Pandji, Edbert Orotodan, dan Wimala Widjaja memimpin perusahaan dengan pengalaman di industri kesehatan selama puluhan tahun
Jakarta, IDN Times - PT Medela Potentia Tbk. (MDLA), salah satu perusahaan kesehatan di Indonesia, bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 15 April 2025.
Menurut Direktur Utama PT Medela Potentia Krestijanto Pandji, dalam aksi korporasi ini perusahaan akan menawarkan 3.500.000.000 atau 3,5 miliar lembar saham, yang setara dengan 25 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
"Dana yang didapatkan dari hasil IPO ini akan dimanfaatkan untuk Working Capital, pembelian gudang, penambahan kapasitas pabrik dan pengembangan ekosistem digital perusahaan," ujar Krestijanto dalam keterangannya, Selasa (18/3/2025).
1. Kinerja keuangan perusahaan dalam kondisi positif

Kinerja keuangan perusahaan juga dalam posisi yang solid dan menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 11,8 persen dari 2021 hingga 2023.
Margin laba kotor yang stabil di angka 9,4 persen dalam empat tahun terakhir mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar, sambil tetap mempertahankan profitabilitas.
Perusahaan, lanjutnya, juga mencatatkan pertumbuhan laba kotor dengan CAGR sebesar 11,9 persen dalam tiga tahun, mencapai Rp1,23 triliun pada 2023 dari Rp1,08 triliun di 2021.
"Setelah IPO ini kita menargetkan tahun 2025 tumbuh double digit 11-12 persen dibandingkan dengan tahun lalu," kata Krestijanto.
2. Jajaran direksi PT Medela Potentia

PT Medela Potentia Tbk. (MDLA) saat ini dipimpin oleh tiga orang direksi yakni Krestijanto Pandji yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2022 dan bertanggung jawab atas strategi, operasional, serta aspek akuntansi dan keuangan perusahaan.
Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di industri kesehatan, Krestijanto memiliki filosofi kepemimpinan yang diibaratkan seperti seorang konduktor dalam sebuah orkestra.
"Saya percaya bahwa kesuksesan perusahaan tidak bergantung pada satu individu saja, tetapi pada kerja sama tim yang solid.Tidak ada Superman dalam bisnis, hanya Super Team," ujar Pandji.
Jajaran direksi lainnya yakni Edbert Orotodan sebagai Direktur sejak 2019 dan bertanggung jawab atas bidang hukum, pengembangan usaha, sumber daya manusia, serta pengadaan.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri kesehatan, ia memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Edbert Orotodan dinlai memiliki kemampuan untuk menyusun strategi pertumbuhan yang berkesinambungan. Ia mengembangkan inisiatif strategis yang memperkuat daya saing perusahaan.
Kemudian Wimala Widjaja yang menjabat sebagai Direktur sejak 2022, bertanggung jawab atas pengembangan teknologi informasi, inisiatif digital, dan manajemen risiko di PT Medela Potentia Tbk. (MDLA).
Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di industri kesehatan, ia dinilai telah berperan besar dalam membangun infrastruktur digital yang mendorong efisiensi dan inovasi perusahaan di bidang kesehatan
3. Buka peluang bagi investor untuk mendongkrak ekspansi bisnis lebih besar

Menurutnya, keputusan untuk melantai di bursa menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkuat fundamental keuangan perusahaan.
"Disisi lain keputusan melantai di bursa juga membuka peluang bagi investor untuk turut serta dalam perjalanan ekspansi bisnis yang lebih besar," ujar Krestijanto.


















