Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Pastikan APBN Cukup Buat Bayar Utang Whoosh

WhatsApp Image 2026-02-12 at 22.31.11.jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Economic Outlook. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Menteri Keuangan memastikan APBN cukup untuk bayar utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
  • Pembayaran utang Whoosh tidak akan membuat defisit APBN melampaui batas tiga persen, dan bisa disediakan dari hasil penghematan proyek lain yang kurang efisien.
  • Total utang kereta cepat mencapai Rp120,38 triliun dengan 75 persen modal proyek dibiayai oleh China Development Bank (CDB).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki ruang yang cukup untuk membayar utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh Rp1,2 triliun per tahun.

Bahkan, menurutnya pembayaran utang Whoosh, jika sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp1,2 triliun per tahun, tidak akan membuat defisit APBN melampaui batas tiga persen.

"Kan APBN kita kan cukup untuk itu, tanpa melewati tiga persen pasti ada," kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Purbaya mengaku juga bisa menyediakan anggaran hasil penghematan proyek lain yang kurang efisien, untuk membayar utang Whoosh.

"Atau, kami lakukan penghematan di tempat lain, untuk proyek-proyek atau program-program yang kurang efisien, kurang baik," ujar Purbaya.

Meski begitu, Purbaya mengatakan belum ada kepastian APBN akan dipakai untuk membayar utang Whoosh. Dia masih menunggu kabar terkini dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang memimpin pembahasan itu.

"Tadi belum ada pembahasan. Saya akan tunggu sampai dapat berita terakhir dari pak Rosan," tutur Purbaya.

Dia mengatakan, jika sudah ada keputusan final, dia akan mengeksekusi agar pembayarannya berjalan dengan lancar.

"Tapi, pada dasarnya begitu diputuskan Presiden, saya akan eksekusi. Saya akan beresin supaya semuanya berlangsung smooth. Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi dari Pak Rosan, jadi saya akan tunggu dulu," kata Purbaya.

Total utang kereta cepat mencapai Rp120,38 triliun. Sebesar 75 persen modal proyek itu dibiayai oleh China Development Bank (CDB) dengan bunga dua persen per tahun.

Total investasi proyek Whoosh mencapai 7,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, target awal hanya 6 miliar dolar AS. Dengan demikian, biaya proyek Whoosh bengkak 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,05 triliun (kurs Rp16.707,5 per dolar AS).

Pembayaran cost overrun dirancang dengan skema 60 persen dan 40 persen. Di mana sebesar 60 persen atau 720 juta dolar AS dibayar oleh konsorsium Indonesia, dan 40 persen atau senilai 480 juta dolar AS dibayar konsorsium China.

Konsorsium Indonesia ialah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang memiliki 60 persen saham di proyek Whoosh.

Konsorsium itu terdiri dari empat BUMN, yakni KAI, PT Wijaya Karya (Persero) tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. Dalam konsorsium itu, KAI menjadi pemegang saham mayoritas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

Gaji Pegawai PLN 2026 Berdasarkan Posisi dan Grade-nya

13 Feb 2026, 22:00 WIBBusiness