Purbaya soal Utang Kereta Cepat Dibayar APBN: Saya Gak Tahu

- Skema terakhir, restrukturisasi utang masih pakai 50:50
- Mensesneg sebut APBN akan bayar utang KCJB Whoosh
- Total utang kereta cepat sentuh Rp120 triliun
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara mengenai wacana utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang akan dibayar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya mengaku belum dapat memastikan apakah utang proyek tersebut benar akan dibayarkan menggunakan APBN karena perlu melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait sebelum mengambil kesimpulan.
"Saya belum tanya soal itu. (Sudah diberi tahu akan pakai APBN?)," ujar Purbaya saat ditemui di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
1. Skema terakhir, restrukturisasi utang masih pakai 50:50

Menurut Purbaya, pembahasan terakhir terkait restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) masih menggunakan skema 50:50, sehingga tidak seluruh beban utang akan ditanggung oleh APBN. Namun, Purbaya memastikan akan menindaklanjuti rencana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung tersebut setelah menerima arahan atau panggilan dari Istana.
"Seingat saya masih 50:50. Saya juga belum diajak ke sana," tuturnya.
2. Mensesneg sebut APBN akan bayar utang KCJB Whoosh

Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh menggunakan APBN. Hal itu menyusul komitmen Presiden Prabowo Subianto yang akan membayar utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
"Iya (pakai APBN)," kata Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi usai konferensi pers stimulus Ramadan-Idul Fitri, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo mengatakan, teknis pelunasan utang Whoosh sedang difinalisasi. Adapun negosiasinya dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.
"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Dan sekarang proses negosiasi atau Pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin memastikan permasalahan pelunasan utang Whoosh sudah usai setelah mendapatkan komitmen dari Prabowo.
3. Total utang kereta cepat sentuh Rp120 triliun

Adapun total utang kereta cepat mencapai Rp120,38 triliun. Sebesar 75 persen modal proyek tersebut dibiayai oleh China Development Bank (CDB) dengan bunga dua persen per tahun.
Total investasi proyek Whoosh mencapai 7,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, target awal hanya enam miliar dolar AS. Dengan demikian, biaya proyek Whoosh bengkak 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,05 triliun (kurs Rp16.707,5 per dolar AS).
Pembayaran cost overrun dirancang dengan skema 60 persen dan 40 persen. Lewat skema itu, sebesar 60 persen atau 720 juta dolar AS dibayar oleh konsorsium Indonesia, dan 40 persen atau senilai 480 juta dolar AS dibayar konsorsium China.

















