Luhut Jamin Keputusan Prabowo terkait Tambang Martabe Bebas Intervensi

- Luhut Binsar Panjaitan memastikan pengalihan tambang emas Martabe bebas dari intervensi pihak manapun.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo untuk mengevaluasi izin usaha pertambangan (IUP) untuk tambang emas Martabe.
- Bahlil menegaskan tidak ada kesepakatan di belakang layar terkait izin pencabutan Martabe dikaji ulang dan bahwa dia hanya objektif dalam penanganan masalah tersebut.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan memastikan pengalihan tambang emas martabe bebas dari intervensi pihak manapun. Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto tidak akan membiarkan ada tekanan luar yang mempengaruhi keputusannya.
"Enggak ada, mana lah Presiden itu mau ditekan-tekan," kata Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Luhut juga mengaku telah bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membicarakan persoalan tambang emas Martabe.
Menurutnya. Bahlil telah bergerak cepat untuk mengevaluasi izin usaha pertambangan (IUP) untuk tambang emas Martabe yang saat ini dikantongi oleh Agincourt, sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
“Saya bicara sama Pak Menteri Bahlil kemarin. Beliau sudah diperintahkan Presiden untuk mengevaluasi cepat dan sedang dilakukan, kira-kira kesimpulannya sudah ada,” tuturnya.
Bahlil sebelumnya mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Perusahaan Martabe masuk dalam salah satu perusahaan yang izinnya dicabut karena diduga ikut memperparah banjir bandang di Sumatra Utara.
Bahlil menegaskan, tidak ada kesepakatan di belakang layar terkait izin pencabutan Martabe dikaji ulang.
"Saya gak pernah dilobi oleh pihak mana pun. Saya hanya objektif aja. Saya kan mantan Menteri Investasi, mantan pengusaha juga, artinya kita harus fair," kata dia.















