Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kenaikan harga minyak dunia berpotensi mempersempit ruang fiskal APBN 2026, terutama untuk belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah. Kendati demikian, ia memastikan kondisi fiskal dan keberlanjutan APBN tetap aman.
Purbaya menjelaskan, saat harga minyak turun pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan belanja negara. Sebaliknya, ketika harga minyak kembali naik, ruang fiskal menjadi lebih terbatas karena beban subsidi energi ikut meningkat.
"Ketika harga minyak turun, saya pikir ada ruang untuk menambah belanja, ke daerah, termasuk K/L. Artinya sekarang kalau balik naik lagi, ruangnya semakin terbatas saja, tetapi tidak membahayakan APBN sendiri," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).
