Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya soal IHSG Anjlok 8 Persen: Reaksi yang Berlebihan

WhatsApp Image 2026-01-22 at 4.00.50 PM.jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik empat pejabat baru di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Purbaya berkomunikasi dengan OJK dan memastikan penyelesaian catatan MSCI sebelum Mei
  • Fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat, dengan sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi
  • Koreksi pasar saham akibat sentimen MSCI bersifat sementara dan akan diperbaiki dalam waktu relatif singkat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, reaksi pasar terlalu berlebihan dalam menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar saham Indonesia.

Reaksi pasar berujung pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Padahal, laporan MSCI tersebut baru tahap awal dan masih ada waktu hingga Mei untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diminta.

"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan karena kan ini baru laporan pertama kan? Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

1. Purbaya sudah berkomunikasi dengan OJK

Ilustrasi Gedung OJK. (IDN Times/Larasati Rey)
Ilustrasi Gedung OJK. (IDN Times/Larasati Rey)

Purbaya telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan memastikan seluruh catatan yang disampaikan MSCI akan dibereskan sebelum Mei.

Dia menilai apa yang terjadi pada IHSG saat ini hanya bersifat guncangan sementara, dan meyakini emiten dapat memenuhi persyaratan agar tetap masuk dalam indeks MSCI maupun kategori saham yang dapat diinvestasikan investor global.

Terkait anggapan kurangnya transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Purbaya mengatakan, sejak awal dirinya telah meminta perbaikan pasar saham, khususnya untuk menekan praktik penggorengan saham.

"Cuma kemarin mereka (BEI) geraknya agak pelan atau mungkin masih dalam plan mereka. Harusnya sih, saya udah cek dengan Ketua OJK tadi, ya clear akan membereskan semua yang disebutkan di MSCI tadi sebelum Mei," tuturnya.

2. Fundamental ekonomi dinilai tetap kuat

Komoditas Sawit
Pertumbuhan Ekonomi (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang baik. Dia menyebut kebijakan fiskal, moneter, dan investasi kini semakin sinkron antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

"Moneter fiskal uangnya sudah tumbuh sesuai dengan harapan kita kan maunya base money-nya diakses, kredit akan tumbuh double digit dalam waktu tidak terlalu lama," paparnya.

Dari sisi penerimaan negara, Kementerian Keuangan akan memperbaiki cara pengumpulan pajak dan bea cukai agar lebih optimal tanpa menaikkan tarif perpajakan. Selain itu, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk merealisasikan belanja secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Pemerintah juga tengah memperbaiki berbagai hambatan investasi melalui forum penyelesaian bottlenecking. Beberapa kasus telah dibahas dan ke depan akan ada penanganan kasus-kasus yang lebih besar.

"Itu yang akan bisa menunjukkan bahwa Indonesia serius memperbaiki iklim investasi," katanya.

3. Purbaya nilai ada peluang di tengah koreksi pasar

ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)
ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)

Menurut Purbaya, dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter, pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pada tahun ini masih memungkinkan. Jadi, koreksi pasar saham akibat sentimen MSCI tersebut bersifat sementara dan akan diperbaiki dalam waktu relatif singkat, sebelum Mei.

"Jadi kalau saya bilang sih, ini kesempatan buy karena (harganya) kemarin terlalu tinggi," kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More

Purbaya Ungkap Nama Juda Agung Belum Final Duduki Kursi Wamenkeu

28 Jan 2026, 18:03 WIBBusiness