Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bikin Panik, Amazon Tak Sengaja Kirim Email PHK Massal ke Karyawan

Ponsel berlogo Amazon.
logo Amazon (unsplash.com/Christian Wiediger)
Intinya sih...
  • Email PHK massal dikirim atas nama wakil presiden Amazon Web Service, Colleen Aubrey.
  • Email tersebut membuat karyawan bingung apakah mereka akan terkena PHK atau tidak.
  • Amazon ditengarai bakal melakukan PHK massal dalam waktu dekat setelah sebelumnya sudah melakukan pemutusan hubungan kerja pada Oktober 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, dilaporkan tidak sengaja mengirim email PHK massal kepada karyawannya pada Selasa (27/1/2026). Kejadian ini sontak membuat lebih dari 36.000 karyawan Amazon panik. Sebab, sebelumnya, tidak ada pemberitahuan soal akan terjadi PHK massal di sana.

Saat ini, Amazon sudah menghapus email tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kepanikan massal di antara para karyawan. Sejumlah media sudah meminta keterangan lebih lanjut kepada juru bicara Amazon soal masalah ini. Namun, ia menolak untuk menjawab.

1. Email dikirim atas nama wakil presiden Amazon Web

Situs Amazon.
ilustrasi Amazon Web (unsplash.com/Marques Thomas)

Email tersebut dikabarkan dikirim secara tiba-tiba oleh akun wakil presiden senior Amazon Web Service (AWS), Colleen Aubrey, pada Selasa malam. Dalam email tersebut, Aubrey menjelaskan akan melakukan PHK massal terhadap karyawan Amazon yang ada di Amerika Serikat, Kanada, dan Kosta Rika dengan dalih untuk memperkuat kinerja perusahaan. 

"Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang telah kami lakukan selama lebih dari setahun. Langkah ini diambil untuk memperkuat perusahaan dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan kepemilikan, dan menghilangkan birokrasi," demikian isi email tersebut dilansir BBC.

"Ini bertujuan agar kami dapat bergerak lebih cepat untuk pelanggan. Pemberitahuan kepada rekan-rekan yang terdampak di organisasi kami yang berbasis di Amerika Serikat, Kanada, dan Kosta Rika," lanjut email tersebut.

2. Email juga membuat karyawan bingung

Karyawan sedang bingung.
ilustrasi karyawan yang sedang bingung (pexels.com/Anna Shvets)

Selain dilanda kepanikan, para karyawan juga dilanda kebingungan imbas pengiriman email tersebut. Sebab, mereka tidak tahu apakah email tadi ditujukan kepada semua karyawan atau kepada karyawan yang bakal terkena PHK saja. 

"Apakah aku yang terdampak atau ini dikirim secara keliru ke semua orang?" ujar seorang karyawan yang tidak diketahui namanya, seperti dilansir Business Insider.

Namun, beberapa karyawan menganggap bahwa mereka yang menerima email justru akan aman. Dengan kata lain, para karyawan yang menerima email tidak akan terdampak PHK massal.

"Orang-orang berspekulasi bahwa Anda aman jika diundang," kata seorang karyawan yang tidak disebut namanya.

3. Amazon ditengarai bakal melakukan PHK massal dalam waktu dekat

Logo Amazon Web Web Service (Tony Webster from Minneapolis, Minnesota, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Logo Amazon Web Web Service (Tony Webster from Minneapolis, Minnesota, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Pengiriman email PHK secara tidak sengaja ini membuat desas-desus PHK massal kembali menguat. Sebab, berdasarkan info yang beredar, Amazon memang bakal kembali melakukan pemutusan hubungan kerja secara global dalam waktu dekat.

Jika dugaan tersebut valid, ini akan menjadi gelombang PHK massal kedua yang terjadi di Amazon. Sebab, pada Oktober 2025 lalu, perusahaan tersebut sudah melakukan PHK massal terhadap 14.000 karyawannya.

Saat itu, Amazon melakukan PHK massal dengan alasan untuk melakukan efisiensi internal di perusahaan. Mereka berencana untuk membuat beberapa divisi menjadi lebih ramping agar bisa memberikan kinerja lebih baik.

Amazon diprediksi akan melakukan PHK massal hingga akhir Mei 2026 mendatang. Para karyawan yang sudah terkena PHK sebetulnya banyak yang diminta untuk melamar lagi di Amazon. Namun, posisi yang tersedia sangat terbatas sehingga peluang diterima jadi sangat kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Bikin Panik, Amazon Tak Sengaja Kirim Email PHK Massal ke Karyawan

28 Jan 2026, 17:05 WIBBusiness