Drama Tarif Trump dan The Fed Bikin Rupiah Menguat Lagi

- Ketegangan dagang AS kembali menekan dolar
- Pasar tunggu keputusan suku bunga The Fed
- Rupiah diproyeksikan lanjut menguat pada Kamis
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026). Penguatan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.722 per dolar AS, menguat 46 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.768 per dolar AS. Rupiah sempat menguat hingga 55 poin.
1. Ketegangan dagang AS kembali menekan dolar
Pasar keuangan global masih dibayangi meningkatnya ketegangan perdagangan yang dipicu kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Retorika perdagangan agresif Trump dan penggunaan tarif sebagai alat tekanan ekonomi kembali membebani pergerakan dolar AS.
"Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dengan agenda tarif Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengganggu pasar," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
Dia menyebutkan, eskalasi perang dagang kali ini tidak hanya melibatkan China, tetapi juga meluas ke Korea Selatan. Ancaman Trump untuk mengenakan tarif 25 persen terhadap barang-barang asal Seoul dinilai ikut mendorong pelemahan dolar AS di pasar global.
2. Pasar tunggu keputusan suku bunga The Fed
Pasar juga mencermati perkembangan kebijakan moneter AS. Trump sebelumnya menyampaikan hampir menentukan sosok Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya setelah Jerome Powell, serta mengisyaratkan suku bunga akan diturunkan di bawah kepemimpinan baru bank sentral AS.
"Perselisihan Trump dengan Fed juga memberikan dukungan kepada emas, terutama karena investor khawatir tentang independensi bank sentral di tengah tekanan politik yang terus berlanjut," kata Ibrahim.
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan Kamis dini hari pukul 02.00 WIB. Pasar secara luas telah memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50-3,75 persen. pada pertemuan Januari ini.
"Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Ketua Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB," tuturnya.
Dari pernyataan tersebut, investor akan mencari petunjuk terbaru terkait arah kebijakan moneter, di mana saat ini pasar memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun 2026.
3. Rupiah diproyeksikan lanjut menguat pada Kamis
Pada perdagangan sore ini, rupiah tercatat ditutup menguat 46 poin setelah sebelumnya sempat menguat hingga 55 poin, dan berada di level Rp16.722 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp16.758 per dolar AS.
Untuk perdagangan Kamis (29/1/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif, namun berpeluang melanjutkan penguatan dalam rentang Rp16.670 hingga Rp16.730 per dolar AS.

















