Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putin: Ekspor Solar Rusia ke AS dan Global Untungkan Ekonomi Dunia
Presiden Rusia Vladimir Putin (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Putin menyatakan pasokan solar Rusia ke AS dan pasar global dapat berdampak positif bagi ekonomi dunia, usai pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.

  • Trump mengklaim Rusia akan memasok lebih dari 300 ribu ton solar, diikuti 500 ribu ton pada November dan tambahan hingga total tiga juta ton.

  • AS menerbitkan lisensi sementara hingga April 2027 untuk aliran solar Rusia, memicu kekhawatiran terkait pendapatan Moskow bagi perang Ukraina.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa penjualan pasokan bahan bakar solar dari Rusia ke pasar Amerika Serikat (AS) dan global akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia secara keseluruhan. Pernyataan tersebut disampaikan Putin usai melakukan percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (9/10/2026).

Keterangan resmi Kremlin mengungkapkan kedua pemimpin membahas stabilitas sektor energi global, peluang penyelesaian perang di Ukraina, situasi mengenai Iran, hingga hubungan bilateral kedua negara. Mereka juga menegaskan kesepakatan untuk tetap memelihara komunikasi personal dan melanjutkan kerja sama antarbadan pemerintah.

1. Klaim kesepakatan pasokan ratusan ribu ton solar

ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan pemimpin Rusia terkait pasokan energi setelah pembicaraan tersebut. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton bahan bakar solar ke pasar AS dan global. Dia menambahkan bahwa Moskow bakal mengirimkan tambahan 500 ribu ton pada November serta satu juta ton segera setelahnya.

Trump juga menyatakan Rusia akan mengirimkan tiga juta ton solar dalam periode singkat dengan mempertimbangkan kondisi kilang mereka. Terkait sektor energi global, pihak Rusia menegaskan kembali kesiapannya untuk memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan global. "Saat membahas keadaan sektor energi global, pihak Rusia menegaskan kembali kesiapannya untuk memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan global. Saya yakin hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia secara keseluruhan," kata Putin dalam pernyataan Kremlin yang dikutip Anadolu.

2. Rusia bersiap percepat pencabutan pembatasan ekspor

ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyambut positif langkah AS untuk menstabilkan pasar energi global serta memulihkan perdagangan energi normal secara bertahap. Novak menyatakan Rusia siap mengoordinasikan tindakan lanjutan demi mewujudkan pasar yang lebih sehat dan terprediksi. Dia mengungkapkan kesiapan Moskow menyalurkan tambahan bahan bakar solar ke pasar AS paling cepat pada bulan ini.

Novak memperkirakan ekspor solar pada November dan Desember dapat meningkat seiring pemulihan kilang-kilang minyak Rusia dari masa perbaikan. Pemerintah Rusia juga akan segera mulai mencabut pembatasan ekspor solar lebih awal dari jadwal yang direncanakan. "Dalam jangka panjang, volumenya dapat meningkat hingga 3 juta ton per bulan," ujar Novak kepada kantor berita Tass. Di samping memperluas pengiriman luar negeri, dia memastikan pasar domestik Rusia akan tetap terpasok secara penuh.

3. Pelonggaran sanksi AS picu kekhawatiran soal Ukraina

Petugas darurat Ukraina buang bom Rusia di lokasi jatuhnya Sukhoi Su-34, Chernihiv, 2022. (Dsns.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Departemen Keuangan AS merilis lisensi sementara pada Jumat (9/10/2026) guna memungkinkan solar Rusia mengalir ke pasar global hingga April 2027. Dilansir Channel News Asia, langkah pelonggaran sanksi ini menuai kekhawatiran karena dinilai memperumit upaya memangkas pendapatan Moskow untuk perangnya di Ukraina. Pengumuman ini juga bertepatan dengan rencana pembicaraan damai para pejabat AS, Ukraina, dan Eropa di Miami, Florida.

Lonjakan harga energi di AS terjadi sejak akhir Februari ketika serangan AS dan Israel terhadap Iran memicu pemblokiran Selat Hormuz oleh Teheran. Gangguan jalur pelayaran tersebut mendongkrak harga rata-rata bensin reguler AS lebih dari 46 persen menjadi 4,37 dolar AS atau setara Rp78.171 (kurs Rp17.888) per galon. Dalam periode yang sama, harga rata-rata solar di AS melonjak 67 persen menjadi 6,28 dolar AS atau setara Rp112.337 per galon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article