- Penghasilan: Maksimalkan sumber pendapatanmu. Jangan hanya mengandalkan gaji dari pekerjaan utama, tapi lakukan pekerjaan sampingan lainnya.
- Pengeluaran: Belanjakan uang untuk hal-hal penting, hindari membeli karen fomo atau impulsif.
- Tabungan & Investasi: Tabung sebagain uang untuk dana darurat dan sebagian lainnya untuk investasi agar uang juga bekerja.
- Pinjaman: Mengetahui kapan harus mengambil hutang dan sesuaikan dengan kemampuan.
- Perlindungan: Ambil beberapa asuransi penting, seperti kesehatan, jiwa, atau aset.
Apa Itu Literasi Keuangan? Rahasia Menuju Kebebasan Finansial

- Literasi keuangan adalah ilmu yang mengajari keterampilan dalam menggunakan uang, membantu menuju kebebasan finansial.
- Memahami lima pilar utama dalam literasi keuangan: penghasilan, pengeluaran, tabungan & investasi, pinjaman, dan perlindungan.
- OJK mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat literasi keuangan: well literate, sufficient literate, less literate, not literate.
Kebebasan finansial atau financial freedom lagi hangat dibicarakan banyak orang, khususnya di media sosial. Mempelajari literasi keuangan jadi hal penting untuk menuju kebebasan finansial. Menariknya, banyak anak muda zaman sekarang yang belajar literasi keuangan.
Pernahkah kamu merasa gaji hanya numpang lewat atau bingung karena tabungan tak kunjung bertambah? Mungkin itu saatnya kamu belajar literasi keuangan lebih jauh. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
1. Apa itu literasi keuangan?

Literasi keuangan adalah ilmu yang mengajari keterampilan dalam menggunakan uang. Dengan literasi keuangan seseorang dapat mengambil keputusan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dengan menyesuaikan pendapatan. Memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik akan membantumu menuju kebebasan finansial.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan adanya peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Indeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen pada 2025. Sementara pada 2024, indeks literasi keuangan 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan 75,02 persen.
Melansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan terdiri dari beberapa materi keuangan yang penting. Mulai dari karakteristik sektor jasa keuangan, produk atau layanan, pengelolaan keuangan, dan perpajakan. Sebelum memilih produk atau layanan keuangan, kamu harus tahu dulu manfaat dan risikonya.
2. Lima pilar literasi keuangan

Untuk mengelola keuangan dengan baik, kamu harus memahami lima pilar utama dalam literasi keuangan. Kelima aspek ini membentuk sebuah ekosistem finansial yang seimbang. Berikut lima pilar literasi keuangan:
3. Tingkatan literasi keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat literasi keuangan. Ada empat tingkatan penting, diantaranya:
- Well literate: Memiliki pengetahuan dan keterampilan mumpuni dalam pengelola keuangan.
- Sufficient literate: Seseorang yang sudah memiliki pengetahuan dan menentukan pilihan terkait lembaga, jasa, atau produk keuangan tertentu.
- Less literate: Seseorang yang sudah memiliki pengetahuan tapi belum tahu cara menerapkannya dengan baik.
- Not literate: Tidak memiliki pengetahuan, keyakinan, maupun keterampilan keuangan sama sekali.
4. Mengapa literasi keuangan penting untuk menuju kebebasan finansial?

Kebebasan finansial bukan soal menjadi kaya raya dengan uang berlimpah, melainkan kondisi di mana pendapatan dan aset yang dimiliki dapat mencukupu kebutuhan. Sementara literasi keuangan adalah panduan untuk menuju kebebasan finansial.
Dengan literasi keuangan yang mumpuni kamu bisa mengelola keuangan dengan bijak, tahu kapan dan untuk apa uang yang dikeluarkan. Sebaliknya tanpa literasi keuangan seseorang tak bisa menentukan prioritas. Akibatnya, mereka tak siap menghadapi situasi tak terduga di masa depan.
Contohnya ketika seseorang mendapatkan kenaikan gaji biasanya diikuti dengan peningkatan gaya hidup. Tentu hal ini kurang bijak karena penambahan pendapatan seharusnya menjadi kesempatan baik untuk mempertebal dana darurat atau investasi. Dari contoh ini kamu bisa memilih antara terjebak dalam lifestyle inflation atau membangun finansial yang kuat.
Berikut manfaat literasi keuangan untuk masyarakat:
- Mampu menentukan layanan atau produk jasa keuangan sesuai kebutuhan.
- Mampu membuat perencanaan keuangan dengan baik.
- Bertanggungjawab pada setiap keputusan yang diambil.
- Bisa membedakan mana investasi yang benar dan tipuan.
5. Cara meningkatkan keterampilan literasi keuangan

Mengembangkan literasi keuangan harus dibarengi dengan pengetahuan dan penerapan. Oleh sebab itu, memiliki literasi keuangan yang mumpuni perlu proses panjang. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:
- Edukasi diri: literasi keuangan bisa kamu dapat melalui banyak hal. Mulai dari buku, podcast, seminar, aplikasi keuangan, atau pengalaman.
- Mencatat pendapatan dan pengeluaran: Cobalah untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran agar lebih terarah.
- Tentukan prioritas: Setiap orang pasti punya prioritas tersendiri. Jadi, tentukan prioritas untuk masa depan, seperti dana pendidikan atau ingin membeli rumah.
- Lunasi tagihan tepat waktu: Buat kamu yang punya pinjaman, pastikan pembayaranmu lancar. Sebab, riwayat pembayaran yang jelek akan memengaruhi BI checking atau dikenai denda.
Jadi, literasi keuangan adalah pengetahuan yang membantu dalam membuat pengelolaan keuangan yang bijak. Setiap pilihan keuangan yang kamu ambil hari ini bukan hanya soal memiliki sesuatu, tapi tentang memberi dirimu ruang untuk hidup lebih tenang di masa depan.

















