Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putus Kemitraan dari Pepsi Setelah 40 Tahun, KFC Pilih Selingkuh ke Coca-Cola
ilustrasi gerai KFC (pexels.com/Alan Wang)
  • KFC AS mengakhiri kemitraan minuman dengan PepsiCo setelah hampir 40 tahun dan beralih ke Coca-Cola untuk hampir 3.700 gerai.
  • Transisi pasokan dijadwalkan dimulai Januari 2027 dan selesai pada musim semi 2027, sebagai strategi KFC memodernisasi restoran serta memperluas pengalaman konsumen.
  • Kolaborasi Coca-Cola berpotensi menambah pilihan minuman dan inovasi menu, sementara KFC memperkuat pemulihan bisnis AS setelah penurunan penjualan dan penutupan gerai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jaringan restoran cepat saji KFC resmi mengakhiri kerja sama pasokan minuman dengan PepsiCo yang telah terjalin selama hampir empat dekade di Amerika Serikat (AS). Perusahaan mengumumkan pada Kamis (15/10/2026) keputusan untuk beralih ke Coca-Cola bagi hampir 3.700 gerai mereka di AS.

Transisi pemasok minuman ini dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2027 dan ditargetkan rampung di seluruh lokasi AS pada musim semi 2027. Presiden KFC AS, Catherine Tan-Gillespie, menjelaskan bahwa kemitraan baru tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memodernisasi jaringan restoran mereka.

"Saya sangat bersemangat untuk menyatukan KFC dan Coca-Cola," kata Tan-Gillespie dalam pernyataan resmi yang dikutip USA Today.

1. Akhir sejarah kemitraan panjang sejak 1986

potret produk Pepsi (pexels.com/Erik Mclean)

Langkah peralihan merek minuman ini menandai babak baru setelah PepsiCo memegang hak pasokan minuman KFC sejak mengakuisisi jaringan tersebut pada 1986. Menurut laporan Reuters, PepsiCo tetap menjadi pemasok utama KFC di bawah payung Yum Brands meskipun bisnis restorannya telah dipisahkan sejak 1997.

Tan-Gillespie mengungkapkan bahwa perubahan ini bukan sekadar mengganti isi gelas, melainkan upaya memperluas bisnis dan menciptakan pengalaman yang lebih relevan bagi konsumen. Sementara itu, PepsiCo akan tetap menyuplai minuman untuk Taco Bell serta gerai KFC di luar AS setelah memperbarui kesepakatan, termasuk kontrak jangka panjang selama 10 tahun dengan Taco Bell.

2. Potensi lini minuman baru dan inovasi menu

Coca-Cola (pexels.com/alleksana)

Daftar minuman KFC AS saat ini meliputi Pepsi, Mountain Dew, Starry, Aquafina, serta produk limun dan es teh internal, sedangkan lini Coca-Cola menawarkan merek seperti Sprite, Fanta, dan Dasani berdasarkan laporan The Wall Street Journal. Meski belum merinci varian produk yang akan dijual, KFC menyatakan kolaborasi ini berpeluang menghadirkan opsi minuman tambahan dan kombinasi menu baru.

Jaringan restoran tersebut sebelumnya telah menguji coba menu es kopi, minuman boba, dan shake di fasilitas inovasi Open House yang berlokasi di McKinney, Texas. Presiden Foodservice dan On-Premise Coca-Cola di Amerika Utara, Dagmar Boggs, menyampaikan bahwa kemitraan ini difokuskan untuk memperkuat penawaran menu di restoran.

"Dengan memasangkan makanan dan rasa ikonik KFC dengan luasnya portofolio minuman Coca-Cola dan kemampuan inovasinya, kami memiliki peluang luar biasa untuk membuat setiap kunjungan lebih menyegarkan, menciptakan pengalaman konsumen yang berkesan dan membuka kemungkinan pertumbuhan baru bersama," kata Boggs dalam pernyataan tertulis yang dikutip Fox Business.

3. Dampak strategis dan upaya penataan bisnis

ilustrasi gerai KFC (pexels.com/Huu Huynh)

Kepala Strategi Pasar di Freedom Capital Markets, Jay Woods, menilai hilangnya mitra merek besar seperti KFC memberikan pencitraan yang kurang menguntungkan bagi PepsiCo. Kondisi tersebut terjadi ketika PepsiCo sedang berupaya mendorong penjualan minuman bersoda di tengah lonjakan biaya operasional dan pergeseran preferensi konsumen.

Bagi KFC, perubahan ini menjadi penopang strategi pemulihan bisnis di AS setelah menghadapi penurunan penjualan serta penutupan sejumlah gerai. Guna membangkitkan kembali pasar domestik, jaringan restoran tersebut kini memperluas fokus penjualan pada produk roti lapis, sayap ayam, dan potongan daging.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article