Operator KFC dan Pizza Hut India Merger Senilai Rp15 Triliun

- Skema merger dan proyeksi sinergi: Dalam transaksi ini, Devyani akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire. Kedua perusahaan memperkirakan sinergi tahunan sebesar 2,1 miliar rupee hingga 2,25 miliar rupee.
- Tantangan profitabilitas kedua perusahaan: Kinerja keuangan kedua pemegang waralaba tersebut masih menghadapi tantangan. Pemegang waralaba KFC dan Pizza Hut di India saat ini sama-sama mencatatkan kerugian bersih.
Jakarta, IDN Times - Operator KFC dan Pizza Hut di India, Sapphire Foods India Limited (SFIL) dan Devyani International Limited (DIL) menyatakan akan bergabung alias merger dalam kesepakatan senilai 934 juta dolar AS pada 1 Januari 2025, setara Rp15,59 triliun (kurs Rp16.700 per dolar AS).
Dilansir The Straits Times, merger ini diproyeksikan membentuk salah satu raksasa pemegang waralaba makanan cepat saji di India, negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Penggabungan usaha tersebut berlangsung di tengah tekanan yang dihadapi industri restoran cepat saji di India, mulai dari kenaikan biaya operasional, perlambatan penjualan gerai yang sama (same-store sales), hingga tekanan margin.
Di saat yang sama, para pelaku usaha juga menghadapi persaingan ketat dengan operator McDonald’s dan Domino’s Pizza, di tengah kecenderungan konsumen menahan belanja non-esensial.
1. Skema merger dan proyeksi sinergi

Dalam transaksi ini, Devyani akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire. Kedua perusahaan memperkirakan sinergi tahunan sebesar 2,1 miliar rupee hingga 2,25 miliar rupee, yang diharapkan mulai terealisasi pada tahun operasi penuh kedua dari entitas hasil penggabungan.
Sebagai mitra Yum! Brands, Sapphire dan Devyani saat ini mengoperasikan lebih dari 3.000 gerai di India dan luar negeri, termasuk restoran KFC dan Pizza Hut dengan layanan makan di tempat. Di pasar domestik, keduanya bersaing langsung dengan operator McDonald’s dan Domino’s Pizza di India, yakni Westlife Foodworld dan Jubilant Foodworks.
2. Tantangan profitabilitas kedua perusahaan

Kinerja keuangan kedua pemegang waralaba tersebut masih menghadapi tantangan. Pemegang waralaba KFC dan Pizza Hut di India saat ini sama-sama mencatatkan kerugian bersih, sehingga skala usaha dinilai menjadi faktor krusial.
Konsultan barang konsumsi independen Akshay D’Souza menilai, penggabungan ke dalam satu entitas berpotensi memperbaiki profitabilitas apabila sebagian dari target sinergi dapat direalisasikan.
Pada kuartal yang berakhir September 2025, total biaya konsolidasi Sapphire meningkat 10 persen secara tahunan menjadi 7,68 miliar rupee. Sementara itu, belanja Devyani naik 14,4 persen menjadi 14,08 miliar rupee.
3. Akuisisi gerai dan perluasan wilayah

Dilansir Fortune India, Devyani juga akan mengakuisisi 19 restoran KFC yang saat ini dioperasikan langsung oleh Yum! India di Hyderabad. Perusahaan akan membayar biaya satu kali kepada Yum! India untuk persetujuan merger sekaligus biaya lisensi atas wilayah tambahan tersebut.
Ketua Non-Eksekutif Devyani, Ravi Jaipuria menyampaikan konsolidasi ini akan membuat Devyani memegang hak waralaba KFC dan Pizza Hut di seluruh pasar India, sekaligus memperkuat kehadiran internasional perusahaan, termasuk di Sri Lanka. Dia juga menyatakan, penggabungan tersebut diharapkan menghadirkan skala ekonomi yang lebih besar dan memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Yum! Brands.
Sementara itu, Direktur nominasi SFML di Sapphire Foods sekaligus pendiri Samara Capital, Sumeet Narang menyebutkan Sapphire Foods sejak awal dirancang untuk membangun platform QSR yang kuat secara institusional. Menurutnya, merger akan menyatukan satu pemegang waralaba terpadu untuk KFC dan Pizza Hut di India.


















