- Komisaris Utama: dr. Widjanarko Brotosaputro
- Komisaris Independen: Maura Linda Sitanggang
- Komisaris Independen: Charles D. Marpaung
PYFA Cetak Rekor Penjualan Rp2,76 Triliun pada 2025, Naik 43,7 Persen

- PYFA mencetak rekor penjualan Rp2,76 triliun pada 2025, naik 43,7 persen dari tahun sebelumnya, dengan EBITDA mencapai Rp203,7 miliar berkat kontribusi penuh Probiotec dan pertumbuhan lini CDMO.
- Perusahaan menuntaskan berbagai investasi strategis seperti fasilitas Kemps Creek di Australia dan Lini Produksi 3 di Cikarang, memperkuat transformasi menuju penyedia layanan kesehatan komprehensif.
- RUPST menyetujui pergantian Komisaris Utama dari Robby Yulianto ke dr. Widjanarko Brotosaputro yang berpengalaman lebih dari tiga dekade di industri farmasi nasional.
1. Catat EBITDA sebesar Rp203,7 miliar

Direktur Utama PYFA Lee Yan Gwan menyampaikan, PYFA mencatat EBITDA sebesar Rp203,7 miliar.
"Kinerja tersebut ditopang oleh konsolidasi penuh kontribusi Probiotec selama satu tahun penuh, serta pertumbuhan di seluruh lini bisnis, terutama layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO)," tegasnya, Jumat (12/6/2026).
2. Telah selesaikan banyak investasi strategis

Di sisi lain, ia menyampaikan, setelah integrasi penuh dengan Probiotec Australia, pihaknya juga telah menyelesaikan sejumlah investasi strategis, mulai dari fasilitas Kemps Creek di Australia hingga Lini Produksi 3 di Cikarang.
"Kondisi ini memperkuat transformasi bisnis kami dari perusahaan farmasi menuju penyedia layanan kesehatan yang lebih komprehensif," tegasnya.
3. Jajaran direksi terbaru

Dalam agenda lainnya, RUPST menyetujui pengunduran diri Robby Yulianto dari jabatannya sebagai Komisaris Utama. Sebagai penggantinya, rapat mengangkat dr. Widjanarko Brotosaputro sebagai Komisaris Utama. Ia memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di industri farmasi nasional.
Widjanarko akan didampingi Maura Linda Sitanggang dan Charles D. Marpaung yang tetap menjabat sebagai Komisaris Independen.
Berikut susunan Dewan Komisaris PYFA yang baru terhitung sejak ditutupnya RUPST:
Sepanjang 2025, PYFA juga menuntaskan sejumlah aksi korporasi dan investasi strategis, antara lain konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, Australia, penyelesaian dan peresmian Lini Produksi 3 Ethica di Cikarang, kemitraan strategis dengan perusahaan farmasi di kawasan Asia Pasifik, serta peluncuran umbrella brand PYFA.
Dengan penguatan tata kelola perusahaan dan kesiapan operasional fasilitas produksi baru yang berstandar global, PYFA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.


















