Comscore Tracker

Moon Jae-in Yakin Ekonomi Korea Tahun Ini Pulih Seperti sebelum COVID

Ia juga yakin ekonomi Korea bisa masuk 10 besar dunia

Jakarta, IDN Times – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in optimis ekonomi negaranya pada tahun ini bisa pulih ke level sebelum pandemik COVID-19 mewabah. Hal tersebut disampaikannya saat berbicara di The Davos Agenda 2021 World Economic Forum (WEF), Rabu (27/1/2021).

“Perekonomian Korea telah kembali ke pertumbuhan positif sejak kuartal ketiga terakhir. Pada bulan Desember, ekspor kami melampaui 50 miliar dolar dalam dua tahun, menandai tertinggi sepanjang masa untuk bulan Desember,” kata dia.

“Pada paruh pertama tahun ini, ekonomi Korea diharapkan pulih ke level sebelum COVID-19, dan juga dalam hal tingkat pertumbuhan gabungan, menggabungkan belanjaan dari tahun lalu dan tahun ini, kami akan mencapai tingkat pertumbuhan yang tertinggi juga,” tambahnya.

Baca Juga: WEF Gelar Davos Agenda 2021, Bahas Dunia Pasca-COVID-19

1. Optimistis ekonominya masuk 10 besar

Moon Jae-in Yakin Ekonomi Korea Tahun Ini Pulih Seperti sebelum COVIDPresiden Republik Korea Selatan, Moon Jae-in (Twitter.com/TheBlueHouseENG)

Dalam pemaparannya, Moon mengatakan bahwa tahun lalu Korea mencapai tingkat pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara anggota OECD. Pertumbuhan itu dicapai di saat negara terus memerangi pandemik COVID-19 yang telah membawa dampak negatif terhadap perekonomian.

“Peringkat PDB Korea diproyeksikan naik ke 10 teratas dunia dan indeks saham tolok ukur kami juga mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara G-20,” katanya.

“Dunia mencatat kinerja ekonomi luar biasa yang telah dicapai Korea saat melakukan respons pandemi yang patut dicontoh, dan investor dalam dan luar negeri juga menunjukkan pandangan optimis terhadap ekonomi Korea."

2. Kehidupan warga Korea berangsur normal

Moon Jae-in Yakin Ekonomi Korea Tahun Ini Pulih Seperti sebelum COVIDPresiden Republik Korea Selatan, Moon Jae-in (Twitter.com/TheBlueHouseENG)

Korea Selatan merupakan negara yang pernah menduduki peringkat kedua teratas negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia, di belakang Tiongkok, yang adalah negara asal wabah muncul. Hal tersebut terjadi pada Februari 2020.

Namun kini, Korea Selatan telah berhasil menekan kasusnya dan menduduki posisi ke-86, yaitu dengan 76.429 kasus. Menurut perhitungan Worldometers, hanya ada 1.378 orang yang meninggal di negara tersebut akibat COVID-19 dan 65.478 orang telah sembuh.

Melihat kemajuan tersebut, Moon mengatakan rakyatnya optimistis bisa segera beraktivitas normal kembali.

“Di tengah pemulihan ekonomi yang cepat ini, rakyat Korea sekarang melihat sendiri kemungkinan untuk kembali normal serta melakukan pemulihan dan pencapaian yang inklusif dalam perekonomian,” jelasnya.

Dia mengatakan telah mengambil tantangan yang lebih berani melalui inisiatif kesepakatan baru Korea. Melalui inisiatif itu, Korea akan memperluas lapangan kerja dan jaring pengaman sosial dan mencapai pemulihan yang inklusif.

"Kesepakatan baru digital dan hijau kami akan memberikan pertumbuhan berkelanjutan bagi ekonomi Korea untuk mencapai ketinggian baru. Selain itu, kesepakatan baru yang seimbang secara regional akan membantu merevitalisasi ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup semua orang,” lanjutnya.

Baca Juga: Korea Utara Kecam Korea Selatan karena Diragukan Bebas COVID-19

3. Menggarisbawahi pentingnya solidaritas

Moon Jae-in Yakin Ekonomi Korea Tahun Ini Pulih Seperti sebelum COVID(Presiden Korea Selatan Moon Jae In) twitter.com/@joshrogin

Moon juga membahas soal pentingnya mengedepankan solidaritas di tengah pandemik COVID-19 yang sedang terjadi. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya bisa bermanfaat dalam hal memerangi pandemik, tapi juga dalam hal meningkatkan hubungan antar banyak pihak.

“2020 memang tahun yang sulit untuk kita semua, tapi ini juga tahun di mana solidaritas dan kerja sama lebih dibutuhkan dari sebelumnya,” katanya.

Republik Korea, menurutnya, telah dapat dengan cepat membuat dan memberikan peralatan diagnosa dalam hal memerangi pandemik. Untuk itu, dia berterima kasih atas informasi mengenai COVID-19 yang telah dibagikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan negara anggotanya.

Dia pun mengapresiasi pengembangan vaksin, yang biasanya memakan waktu satu dekade untuk diselesaikan, bisa dilakukan dalam kurang dari satu tahun. "Akibat adanya upaya bersama dari banyak negara, perusahaan dan periset,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengatakan itu bukan berarti dunia telah berhasil keluar dari masalah karena masih ada begitu banyak masalah lain yang perlu diselesaikan. “Ekonomi pulih tapi polarisasi dan ketidaksetaraan yang dibawa pandemik telah tumbuh semakin besar," kata Moon.

Baca Juga: Parlemen Korea Selatan Setujui UU Anti Korea Utara

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya