Comscore Tracker

Inflasi AS Melambat, Rupiah Kembali Pecundangi Dolar 

Rupiah dibuka menguat pada level Rp14.748 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali menguat atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan akhir pekan atau Jumat (12/8/2022). Kurs rupiah dibuka menguat 16 poin ke level Rp14.748 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.35 WIB, kurs rupiah masih masih menunjukkan keperkasaan dengan penguatan hingga 76 poin atau 0,51 persen ke level Rp14.689 per dolar AS.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, 11 Agustus 2022, kurs rupiah ditutup menguat 71 poin ke level Rp14.765 per dolar AS.

Baca Juga: Sentimen Data Inflasi Bikin Rupiah Perkasa di Penutupan

1. Inflasi AS tunjukkan perlambatan

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menyatakan nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS sepanjang hari ini. Hal tersebut disebabkan inflasi Negeri Paman Sam yang mulai mengalami perlambatan.

"Data inflasi produsen AS bulan Juli semalam menunjukkan penurunan tingkat inflasi selaras dengan data inflasi konsumen AS yang dirilis sehari sebelumnya.," ucap Ariston kepada IDN Times, Jumat pagi.

Kondisi itu kemudian meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mungkin tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga acuannya pada September sehingga mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Sementara itu, di pasar berkembang ekspektasi kenaikan sebesar 50 basis poin.

Di sisi lain, sambung Ariston, tingkat inflasi AS masih jauh di atas target The Fed dua persen sehingga sebagian pelaku pasar berekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif belum akan selesai.

"Ekspektasi ini diperkuat dengan pernyataan beberapa Petinggi The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga acuan untuk segera menurunkan tingkat inflasi ke kisaran dua persen," ucap dia.

Baca Juga: Mata Uang: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Daya Beli, dan Nilai Tukar

2. Pertumbuhan ekonomi domestik jadi sentimen positif buat rupiah

Satu hal yang masih membuat rupiah menguat atas dolar adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2022. Menurut Ariston, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tembus 5,44 persen pada periode tersebut membuat rupiah unggul atas dolar AS.

"Sementara dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indoensia yang di atas lima persen masih menjadi sentimen positif untuk rupiah," kata Ariston.

Baca Juga: Sejarah Bank Indonesia, Bank Sentral Penjaga Kestabilan Nilai Rupiah 

3. Proyeksi posisi rupiah sore nanti

Atas dasar faktor-faktor tersebut, Ariston memproyeksikan kurs rupiah bisa ditutup melemah pada akhir perdagangan sore nanti.

"Potensi penguatan ke arah Rp14.720, sedangkan potensi resisten di kisaran Rp14.780 - Rp14.800," ujar dia.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya