Comscore Tracker

Satgas Terus Kejar Utang BLBI Meski Debitur Meninggal Dunia

Ahli waris obligor/debitur utang BLBI bakal tidak tenang

Jakarta, IDN Times - Ketua Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Rionald Silaban memastikan bakal terus mengejar obligor/debitur yang masih memiliki kewajiban membayar utang BLBI terhadap negara, sekalipun obligor/debitur tersebut telah meninggal dunia.

Namun, yang dikejar oleh Satgas BLBI adalah ahli waris atau warisan obligor/debitur yang sudah meninggal tersebut.

"Untuk itu, ini tidak menutup hak tagih pemerintah terhadap obligor tersebut. Kita akan mengejar warisnya atau warisannya," ucap Rionald dalam diskusi dengan media secara daring, Jumat (10/9/2021).

1. Satgas BLBI memastikan ada obligor/debitur BLBI yang sudah meninggal

Satgas Terus Kejar Utang BLBI Meski Debitur Meninggal DuniaDirektur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Rionald Silaban. (IDN Times/Shemi)

Pria yang karib disapa Rio tersebut juga memastikan bahwa memang ada obligor/debitur BLBI yang kini sudah meninggal dunia.

Namun, dia menyatakan tidak ingat nama-nama obligor/debitur yang telah meninggal tersebut.

"Saya nggak ingat satu-satu siapa saja mengenai obligor yang sudah meninggal, tapi memang ada beberapa dari mereka yang sudah meninggal," ujar Rio.

Baca Juga: Satgas BLBI Tebar Plang Penguasaan Aset Negara, Ini Lokasinya

2. Banyak obligor dan debitur BLBI di Singapura

Satgas Terus Kejar Utang BLBI Meski Debitur Meninggal DuniaIlustrasi Singapura (IDN Times/Sunariyah)

Sebelumnya, Rio menyatakan banyak obligor/debitur yang masih hidup selama 22 tahun tak melunaskan utang dana BLBI berada di Singapura.

Dia menuturkan pihaknya juga sudah berupaya melakukan pemanggilan kepada obligor/debitur yang ada di negara tetangga itu untuk menyelesaikan kewajiban mereka atas dana BLBI. Pemanggilan itu dilakukan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

"Pemanggilan telah dilakukan untuk yang di luar negeri, kebanyakan di Singapura. Dan kita berkoordinasi dengan duta besar kita di Singapura," kata Rionald dalam konferensi pers virtual, Jumat, 27 Agustus 2021.

3. Salah satu debitur/obligor di Singapura adalah Kaharudin Ongko

Satgas Terus Kejar Utang BLBI Meski Debitur Meninggal DuniaIlustrasi BLBI (IDN Times/Arief Rahmat)

Nama konglomerat Kaharudin Ongko menjadi satu dari sekian banyak obligor/debitur BLBI yang ada di Singapura.

Kaharudin sendiri telah dipanggil sebanyak dua kali, tetapi yang bersangkutan masih enggan memenuhi panggilan Satgas BLBI.

Kaharudin tercatat memiliki utang Rp8,2 triliun terhadap negara dari kasus BLBI yang terjadi sejak 1998 silam.

"Kalau (sudah diumumkan) lewat koran artinya dua kali dia sudah tidak datang," kata Rio, ketika ditemui di Gedung Syafrudin Prawiranegara, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2021).

Pada Selasa silam, Satgas BLBI memanggil Kaharudin untuk ketiga kalinya. Kaharudin diminta menghadap ke kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu untuk menghadap Ketua Pokja Penagihan dan Litigasi Tim C.

Dalam pemanggilan yang diumumkan di sebuah media cetak nasional, dituliskan Kaharudin memiliki tiga alamat, yakni Paterson Hill-Singapura, di Setiabudi-Jakarta Selatan, dan Menteng-Jakarta Pusat.

"Yang kita tahu dia ada di Singapura," kata Rio.

Namun, hingga batas yang ditentukan Kaharudin tidak menampakkan batang hidungnya di Kantor DJKN Kemenkeu.

Baca Juga: Ada Tutut Soeharto di 7 Nama Obligor yang Dikejar Satgas BLBI

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya