Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebijakan Trump Bisa Mengubah Arah Kripto di 2026, Ini Kata Pakar

Presiden AS Donald Trump (instagram.com/potus)
Presiden AS Donald Trump (instagram.com/potus)
Intinya sih...
  • Aturan imbal hasil stablecoin bisa mengubah “uang tunai digital”.
  • Cadangan Bitcoin strategis berpotensi menopang harga jangka panjang.
  • Regulasi lebih ramah bisa memicu volatilitas yang lebih tajam.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kamu berinvestasi di bitcoin atau aset kripto lainnya, periode kepemimpinan kedua Donald Trump berpotensi memengaruhi portofoliomu lebih besar dari yang dibayangkan. Di era terbaru ini, kebijakan pemerintah AS tidak lagi sekadar “penonton dari jauh”, melainkan menjadi faktor penggerak utama pasar kripto.

Menurut pakar kripto Bobby Lee, CEO Ballet, serangkaian perintah kebijakan aset digital yang dikeluarkan Washington menjadikan pemerintah AS sebagai aktor kunci dalam pergerakan pasar. Memasuki 2026, imbal hasil investasi kripto akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Gedung Putih dan Kongres, bukan semata-mata oleh analisis grafik harga.

Riset Galaxy menyebut pemerintahan saat ini menargetkan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto dunia” melalui regulasi dan legislasi yang terkoordinasi. Pendekatan ini menandai pergeseran tajam dari era sebelumnya yang cenderung menitikberatkan penegakan hukum. Kini, kerangka federal baru mulai dibangun untuk mengatur pasar kripto, stablecoin, hingga peran bank.

Lantas, bagaimana tepatnya kebijakan Trump bisa berdampak pada aset kripto? Berikut poin-poin penting menurut para ahli.

1. Aturan imbal hasil stablecoin bisa mengubah “uang tunai digital”

Ilustrasi koin kripto (freepik.com)
Ilustrasi koin kripto (freepik.com)

Salah satu isu utama ada pada imbal hasil stablecoin dolar AS di bursa besar dan platform pinjam-meminjam kripto. Selama ini, beberapa platform menawarkan bunga menarik untuk saldo stablecoin. Namun, tekanan dari sektor perbankan mendorong pembatasan agar dana tidak “kabur” dari simpanan bank tradisional.

Dengan aturan baru yang mewajibkan stablecoin teregulasi didukung cadangan 1:1 dan sebagian besar ditempatkan di surat utang negara jangka pendek, pemerintah memiliki insentif untuk mendorong adopsi yang lebih bertanggung jawab. Dampaknya, likuiditas dolar di ekosistem kripto bisa meningkat dan partisipasi bank berpotensi melebar, meski imbal hasil di platform kripto kemungkinan menyusut. Stablecoin berbasis dolar kini lebih diposisikan sebagai alat pembayaran dan likuiditas, bukan instrumen tabungan berbunga tinggi.

2. Cadangan Bitcoin strategis berpotensi menopang harga jangka panjang

Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Ilustrasi bitcoin (freepik.com)

Agenda Trump mencakup pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis AS serta gudang aset digital nasional. Cadangan ini akan diisi terutama dari bitcoin hasil sitaan penegakan hukum dan direncanakan untuk tidak dijual, menjadikan pemerintah AS sebagai pemegang bitcoin jangka panjang.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk dukungan kedaulatan paling eksplisit yang pernah diterima bitcoin dari ekonomi terbesar dunia. Secara simbolis, langkah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan institusi besar yang sebelumnya ragu terhadap keberlanjutan bitcoin. Bagi investor jangka panjang, ini berpotensi menciptakan “lantai harga” yang lebih kuat, meski volatilitas harian tetap tinggi.

3. Regulasi lebih ramah bisa memicu volatilitas yang lebih tajam

Ilustrasi koin kripto (freepik.com)
Ilustrasi koin kripto (freepik.com)

Pada 2025, Trump menandatangani kebijakan yang membalik sejumlah arahan kripto era sebelumnya, melarang pengembangan CBDC AS, serta membentuk kelompok kerja presiden untuk merumuskan aturan pro-inovasi terkait stablecoin, struktur pasar, kustodi, dan perlindungan konsumen.

Paradoksnya, kejelasan regulasi tidak selalu menenangkan pasar. Di pasar kripto yang likuiditasnya relatif tipis, setiap kabar kebijakan bisa memicu pergerakan harga ekstrem. Kebijakan yang lebih ramah memang menarik arus modal baru, tetapi hal ini sering memperbesar reli sekaligus koreksi karena kedalaman pasar belum memadai.

4. Dukungan politik menguntungkan proyek berkualitas, bukan sekadar hype

Ilustrasi koin kripto (freepik.com)
Ilustrasi koin kripto (freepik.com)

Trump menjadi presiden pertama yang secara terbuka merangkul retorika pro-kripto, mulai dari janji melonggarkan tekanan terhadap industri hingga dukungan atas hak self-custody. Narasi menjadikan AS sebagai pusat kripto global memperkuat keterkaitan antara siklus politik dan sentimen pasar kripto.

Namun, dukungan politik tidak otomatis menyelamatkan proyek yang lemah secara fundamental. Proyek dengan tokenomics rapuh atau tanpa basis pengguna nyata tetap berisiko. Fokus kebijakan pemerintah lebih condong pada kejelasan aturan, keamanan pasar, dan struktur industri—bukan menjamin kenaikan harga aset spekulatif.

5. Perlindungan self-custody menguntungkan holder jangka panjang yang siap

Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Ilustrasi bitcoin (freepik.com)

Kebijakan aset digital terbaru secara eksplisit melindungi hak self-custody yang sah, membalik tren tekanan terhadap dompet non-kustodian. Otoritas diminta memastikan warga dapat mengakses dan menggunakan jaringan blockchain selama mematuhi aturan anti pencucian uang.

Bagi investor jangka panjang, ini menegaskan pentingnya pengelolaan aset kripto secara mandiri dengan keamanan yang kuat. Di tengah regulasi yang masih akan terus berevolusi hingga 2027, kombinasi perlindungan kebijakan, praktik keamanan konservatif, dan pengelolaan ukuran posisi yang disiplin menjadi fondasi penting strategi kripto di 2026.

Pada akhirnya, di era kripto yang semakin dipengaruhi politik, investor tak cukup hanya membaca grafik harga—memahami arah kebijakan menjadi kunci untuk bertahan dan menangkap peluang di 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

AFTECH Rilis White Paper Kolaborasi Bank-Pindar untuk Perluas Akses Kredit

16 Feb 2026, 11:03 WIBBusiness