Sri Mulyani: Kenaikan Tarif PPN Tidak untuk Sengsarakan Rakyat

Tarif PPN rencananya bakal naik per 1 April 2022

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen bulan depan bukan untuk menyengsarakan rakyat.

Kenaikan tarif PPN diterapkan pemerintah untuk membentuk rezim pajak yang adil dan kuat. Hal itu sejalan dengan penerapan Undang Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang telah resmi berlaku sejak tahun lalu.

Niat pemerintah untuk membangun rezim pajak yang kuat dan adil tidak ditujukan menyusahkan rakyat.

"Kita melihatnya kepada keseluruhan. Menciptakan sebuah rezim pajak yang adil, tapi juga pada saat yang sama menciptakan sebuah rezim pajak yang kuat. Kenapa kok kita butuh itu? Memangnya kita butuh pajak yang kuat itu utk nyusahin rakyat? Nggak, karena pajak itu utk memabngun rakyat juga," kata Sri Mulyani, dalam Economic Outlook 2022 CNBC Indonesia, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani: Utang Indonesia Lebih Kecil Dibandingkan Negara Maju

1. Kenaikan tarif PPN tidak akan ditunda

Sri Mulyani: Kenaikan Tarif PPN Tidak untuk Sengsarakan Rakyatilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Oleh karena itu, Sri Mulyani menegaskan tidak akan menunda kenaikan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

Kenaikan PPN tidak mungkin ditunda karena Indonesia membutuhkan pondasi pajak yang kuat di tengah upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi akibat pandemik COVID-19.

"Kita lihat space-nya ada, maka kita naikkan satu persen karena pondasi pajak yang kuat harus mulai dibangun," ucap Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Luhut Menteri Paling Tajir, Bayar Pajak 35 Persen

2. Tarif PPN rencananya naik pada 1 April 2022

Sri Mulyani: Kenaikan Tarif PPN Tidak untuk Sengsarakan RakyatIlustrasi Pajak. (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya diberitakan, tarif PPN direncanakan naik pada 1 April 2022. Kebijakan itu tertuang dalam Undang Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

"Tarif Pajak Pertambahan Nilai yaitu: a. sebesar 11 persen yang mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022," bunyi pasal 7 ayat (1) poin a seperti yang dikutip dari draf RUU HPP.

3. Pemerintah bakal naikkan PPN jadi 12 persen pada 2025

Sri Mulyani: Kenaikan Tarif PPN Tidak untuk Sengsarakan Rakyatilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam beleid itu juga dijelaskan bahwa pemerintah hendak kembali menaikkan tarif PPN selang tiga tahun kemudian. Pemerintah akan menaikkan lagi tarif PPN menjadi 12 persen yang berlaku paling lambat pada Januari 2025.

"Sebesar 12 persen yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025," bunyi pasal 7 ayat (1) poin b.

Sebagai informasi, rata-rata PPN di negara-negara dunia saat ini mencapai 15 persen.

Baca Juga: Kenaikan Tarif PPN Tahun Depan Dinilai Bakal Ganggu Pemulihan Ekonomi

Topik:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya