Rupiah Bangkit, Menguat 129 Poin ke Rp18.058 per Dolar AS

- Rupiah menguat 129 poin ke Rp18.058 per dolar AS setelah sempat tertekan, mencatat kenaikan 0,71 persen dibanding penutupan sebelumnya.
- Kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50 persen dinilai sebagai langkah antisipatif menjaga stabilitas rupiah dan menarik kembali minat investor asing.
- Sentimen pasar global membaik usai Iran dan Israel menghentikan serangan, sementara rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp18.050–Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026), setelah sebelumnya sempat berada di bawah tekanan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.058 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 129,5 poin atau 0,71 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp18.187 per dolar AS.
1. Rupiah menguat pasca Bank Indonesia menaikkan suku bunga
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50 persen merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.
"Kenaikan ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," kata dia.
Menurut Ibrahim, kebijakan tersebut juga bersifat pre-emptive atau antisipatif untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus satu persen pada 2026 dan 2027.
Ibrahim menilai, BI juga berupaya meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik agar investor asing kembali menempatkan dananya di Indonesia, termasuk dengan meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan serta memberikan sejumlah insentif guna mendorong masuknya aliran modal asing.
2. Ketegangan Iran-Israel mereda bikin sentimen pasar membaik
Selain faktor domestik, Ibrahim mengatakan sentimen pasar global juga membaik setelah Iran dan Israel sama-sama menyatakan penghentian serangan satu sama lain menyusul seruan Presiden AS Donald Trump agar kedua negara menghentikan aksi saling serang.
"Sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel mengatakan mereka telah menghentikan serangan satu sama lain," ujar Ibrahim.
Meski demikian, situasi masih belum sepenuhnya reda. Teheran disebut tetap membuka kemungkinan melanjutkan serangan apabila Israel terus melakukan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan merespons dengan kekuatan apabila Iran kembali melancarkan serangan. Trump juga disebut memperingatkan Netanyahu, Israel berpotensi menghadapi konflik sendirian apabila kembali memulai perang dengan Iran.
3. Proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk besok
Ibrahim mengatakan rupiah sempat menguat hingga 150 poin pada perdagangan hari ini sebelum akhirnya ditutup menguat 129 poin. Mata uang Garuda ditutup di level Rp18.058 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.187 per dolar AS.
Untuk perdagangan Rabu (10/6/2026), dia memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi. Namun, mata uang domestik diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS.


















