Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.753 per Dolar AS
Uang Rupiah (https://unsplash.com/photos/hands-are-holding-a-bundle-of-indonesian-banknotes-llemJ9uYRTk)
  • Rupiah dibuka melemah 60 poin atau 0,34 persen ke Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, berdasarkan data Bloomberg.
  • Pergerakan mata uang Asia bervariasi; won Korea menguat 1,50 persen, sementara peso Filipina melemah 0,13 persen dan baht Thailand turun 0,05 persen.
  • Penguatan dolar AS, pidato hawkish Kepala The Fed Warsh, serta memanasnya geopolitik Timur Tengah menekan rupiah yang diproyeksikan bergerak di Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Senin (31/8/2026)

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 60 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

1. Rincian mata uang Asia bergerak variatif

Mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,05 persen

  • Ringgit Malaysia melemah 0,01 persen

  • Yuan China menguat 0,01 persen

  • Rupee India menguat 0,16 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,13 persen

  • Won Korea menguat 1,50 persen

2. Rupiah melemah akibat pidato The Fed

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan kembali berada dalam tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Penguatan dolar AS yang terjadi secara tajam menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi menekan pergerakan rupiah.

"Tekanan terhadap rupiah juga datang dari perkembangan global, terutama setelah pidato hawkish Kepala The Federal Reserve (The Fed) Warsh yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat," ujarnya.

3. Rupiah diproyeksi melemah hari ini

Di sisi lain, kondisi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Eskalasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.

Dengan sentimen tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan The Fed sebagai penentu pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

"Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article