- Rupee India menguat 0,03 persen
- Dolar rupiah menguat 0,03 persen.
- Won Korea melemah 0,26 persen
- Pesso Filipina melemah 0,11 persen
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.983 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat sembilan poin atau 0,05 persen ke Rp17.983 per dolar AS pada perdagangan spot Rabu pagi, berdasarkan data Bloomberg.
- Mata uang Asia bergerak variatif: rupee India dan dolar rupiah menguat 0,03 persen, sementara won Korea melemah 0,26 persen serta peso Filipina turun 0,11 persen.
- Pergerakan rupiah dibayangi keputusan suku bunga BI dan sentimen saham domestik; pengamat memperkirakan rupiah bergerak konsolidatif dalam kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada Rabu (21/10/ 2026) pagi. Mata uang Garuda menguat pada level Rp17.983 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat sembilan poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin.
1. Mata uang di Asia bergerak variatif
Mayoritas mata uang di Asia terpantau bergerak variatif, dengan rincian sebagai berikut:
2. Pergerakan rupiah dibayangi keputusan Rapat Dewan Gubernur BI
Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak konsolidatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan peluang penguatan terbatas pada perdagangan hari ini.
"Pergerakan rupiah akan dipengaruhi antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diumumkan sore ini," ujar Lukman.
3. Pasar saham masih menentukan arah pergerakan rupiah
Selain itu, sentimen di pasar saham domestik masih menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan rupiah. Jika sentimen pasar ekuitas kembali membaik, kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan bagi penguatan rupiah.
"Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS," kata Lukman.




















