Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap tensi geopolitik di Timur Tengah.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi di atas 100 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak kemudian meningkatkan risiko inflasi global dan memberikan tekanan terhadap outlook fiskal.
" Pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas 100 dolar AS per barel," kata Erwin dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).