Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah-IHSG Tancap Gas, Bos Danantara Beberkan Pendorongnya

Rupiah-IHSG Tancap Gas, Bos Danantara Beberkan Pendorongnya
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Rosan Roeslani menjelaskan penguatan IHSG dan rupiah dipicu kebijakan pemerintah, kerja sama BI dengan China, serta roadshow Danantara yang memperbaiki persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia.
  • Investor global dinilai berorientasi jangka panjang dan tetap optimistis selama kebijakan ekonomi Indonesia transparan serta prospeknya positif, meski pasar bisa mengalami koreksi sementara.
  • Danantara menekankan transparansi, tata kelola, dan akuntabilitas dalam investasi jangka panjang sehingga meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap kredibilitas perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak terjadi begitu saja.

Menurut dia, pergerakan tersebut dipengaruhi serangkaian kebijakan yang ditempuh pemerintah serta upaya membangun kembali kepercayaan investor terhadap Indonesia, termasuk yang dilakukan oleh Danantara.

"Beberapa hari terakhir ini, baik dari pasar modal kita maupun rupiah kita mengalami penguatan yang kalau dibilang relatif cepat juga. Nah, dan kita ketahui percepatan ini atau penguatan baik pasar modal maupun rupiah kan tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

1. Rosan nilai persepsi investor mulai membaik

20260615_153303(1).jpg
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Rosan mengatakan penguatan pasar terjadi di tengah sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta adanya kerja sama pertukaran mata uang (swap agreement) dengan China. Selain itu, Danantara juga melakukan roadshow ke sejumlah negara dan bertemu sekitar 122 investor.

"Ini korelasinya sebetulnya sangat kuat, karena yang kita temui ini kurang lebih 122 investor dan mereka ini adalah yang berinvestasi di pasar modal kita di Indonesia ini juga," ujarnya.

Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menjelaskan berbagai kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah maupun Danantara. Rosan menilai sebagian investor sebelumnya masih memiliki keraguan terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan di Indonesia.

Namun, setelah memperoleh penjelasan secara langsung, persepsi investor terhadap Indonesia dinilai mengalami perbaikan. Ia mengatakan respons investor terhadap paparan Danantara berlangsung positif dan turut didukung oleh penilaian terhadap kredibilitas perusahaan.

Rosan menilai pergerakan pasar selama ini tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental, tetapi juga persepsi investor. Karena itu, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah serta hasil roadshow Danantara dinilai turut membantu mengubah sentimen pasar ke arah yang lebih positif.

"Jadi, kalau kami lihat ini persepsinya sekarang alhamdulillah sudah apa, ke tren positif dan kita harapkan ya tentunya ini terus meningkat dan kami meyakini ke depannya dengan kebijakan yang sangat baik, kebijakan yang terbuka, transparan," tuturnya.

2. Investor asing disebut berorientasi jangka panjang

ilustrasi strategi investor saat rupiah melemah
ilustrasi strategi investor saat rupiah melemah (pexels.com/AlphaTradeZone)

Rosan mengatakan pergerakan naik dan turun di pasar merupakan hal yang wajar. Menurut dia, setelah mengalami kenaikan yang cukup cepat, pasar tetap berpotensi mengalami koreksi sebelum kembali bergerak menguat.

Dia menjelaskan investor global umumnya memiliki pandangan investasi jangka panjang. Berbeda dengan sebagian investor ritel yang cenderung melakukan transaksi dalam jangka pendek, investor asing disebut lebih fokus pada fundamental ekonomi dan prospek investasi dalam jangka panjang.

"Oke, faktor teknikalnya pasti up and down-nya itu yang mempengaruhi. Tetapi kalau dilihat policy, kebijakan, dan persepsinya itu positif, mereka akan terus melihat investasi ini untuk bisa berkembang kedepannya," paparnya.

3. Danantara mengedepankan transparansi dan tata kelola

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02.jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rosan mengatakan Danantara menerapkan pendekatan investasi jangka panjang dalam setiap kegiatan investasinya. Selain itu, pihaknya juga berupaya menjaga tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas kepada publik.

Menurut dia, aspek tersebut menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi investor terhadap Danantara. Rosan menyebut sejumlah investor yang ditemui dalam roadshow menilai program Danantara berjalan baik dan dikelola oleh tim profesional.

"Sehingga mereka mau mempercayai, mempercayai juga cerita dan kredibilitas dari kami di Danantara, sehingga responsnya juga menjadi sangat positif dari para investor di berbagai negara itu," kata Rosan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More