Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan situasi politik dunia saat ini semakin memanas setelah ibu kota Ukraina, Kyiv, dihujani rentetan rudal dan pesawat tanpa awak atau drone Rusia pagi ini.
"Tensi geopolitik terus memanas, setelah rentetan rudal dan drone Rusia telah menghujani Ibu kota Ukraina, Kyiv pagi ini," kata Ibrahim.
Menurutnya, serangan terbaru dari Moskow tersebut terjadi tepat sebelum dimulainya konferensi tingkat tinggi atau KTT NATO di Turki yang dijadwalkan bakal dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, Ibrahim menyebutkan perhatian pelaku pasar juga tertuju pada risiko keamanan di Selat Hormuz, meskipun pasokan minyak secara fisik mulai membaik.
Pelaku pasar mencermati pernyataan yang saling bertolak belakang antara Washington dan Teheran mengenai masa depan jalur pelayaran strategis tersebut. Hal itu terjadi setelah Trump mengklaim pihak Iran telah menyetujui hampir seluruh poin yang dibutuhkan oleh AS.
Sebaliknya, dia mengatakan pemerintah Iran tetap bersikeras tidak akan melepas kendali mereka atas jalur perdagangan itu maupun menerima syarat khusus terkait hak akses pelayaran.
"Pesan yang beragam ini telah menjaga ketidakpastian tetap tinggi, membatasi penurunan harga minyak mentah bahkan ketika Arab Saudi, UEA, dan produsen Teluk lainnya terus memulihkan ekspor melalui Hormuz," tuturnya.