Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Kian Tertekan, Sempat Dekati Level Rp18 Ribu per Dolar AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah sempat menyentuh Rp17.992 per dolar AS pada awal perdagangan, menunjukkan pelemahan di tengah dominasi kuat dolar AS.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah.
  • Aksi jual investor asing menambah beban domestik, sementara analis memprediksi rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.900–Rp18.050 per dolar AS sepanjang hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.08 WIB, rupiah berada di level Rp17.992 per dolar AS, menguat 40 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

1. Pelemahan rupiah tak lepas dari kuatnya dominasi dolar AS.

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah ini tak lepas dari masih kuatnya dominasi dolar AS. Hal tersebut dipicu oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS.

Tren itu terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga acuannya. Investor saat ini tengah menahan diri dan bersikap hati-hati menjelang rilis data pekerjaan AS, Non-Farm Payroll (NFP), yang dijadwalkan akan keluar malam ini.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP malam ini," ujar Lukman.

2. Beban tambahan dari aksi jual investor asing

Selain faktor eksternal dari kebijakan moneter AS, Lukman menyebut sentimen di dalam negeri juga masih cukup menantang. Rupiah belum sepenuhnya pulih dari tekanan akibat aksi jual yang dilakukan oleh investor asing di pasar keuangan Indonesia.

"Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing," kata Lukman.

3. Prediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Terkait proyeksi pergerakan, Lukman memperkirakan mata uang Garuda masih akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang hari ini.

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.950 hingga Rp18.010 per dolar AS.

Editorial Team

Related Article