Menkeu Lantik 3 Dirjen Baru, Tekankan Integritas dan Disiplin Fiskal

- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik tiga Dirjen baru di Kemenkeu, menegaskan jabatan tersebut sebagai amanah negara yang harus dijalankan dengan tanggung jawab tinggi.
- Purbaya menyoroti tantangan ekonomi global dan pentingnya tata kelola APBN yang pruden agar kebijakan fiskal tetap mendukung program prioritas pemerintah serta menjaga kepercayaan publik.
- Kepada para pejabat baru, Purbaya menekankan bahwa setiap kebijakan fiskal berdampak langsung pada masyarakat dan harus dijalankan dengan integritas, keberanian, empati, serta profesionalisme.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan pada Rabu (1/7/2026).
Ketiga pejabat tersebut adalah Evita Manthovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPK), serta Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran.
Dalam pelantikan itu, Purbaya menegaskan, jabatan yang diemban ketiga pejabat merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
"Pelantikan ini bukan sekedar pergantian atau pengisian jabatan. Ini adalah penyerahan amanah negara, amanah rakyat, dan amanah Presiden kepada Saudara-Saudara sekalian," ujar Purbaya.
1. Kemenkeu jadi institusi yang hadapi tantangan ekonomi makin kompleks

Menurut Purbaya, Kemenkeu saat ini dihadapkan pada tantangan ekonomi yang semakin kompleks, mulai dari dinamika global hingga tingginya ekspektasi publik. Oleh sebab itu, seluruh jajaran Kemenkeu dituntut bekerja cepat, efektif, dan menjaga integritas.
"Pada kondisi seperti ini, saya ingin Kementerian Keuangan hadir sebagai institusi yang tenang dalam menghadapi tekanan, tajam dalam membaca risiko, dan berani mengambil keputusan yang besar,” ujar Purbaya.
2. Soroti pentingnya tata kelola APBN

Di sisi lain, Purbaya menyoroti pentingnya tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang pruden (hati-hati). Menurutnya, kebijakan fiskal harus diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah sekaligus memberikan stimulus nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Setiap rupiah uang negara harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, mendukung program prioritas Presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah,” kata Purbaya.
Ia berharap, Kemenkeu mampu menjadi jangkar yang kokoh dalam merespons gejolak pasar keuangan maupun sektor riil.
3. Setiap kebijakan fiskal yang dirilis akan memiliki dampak langsung ke masyarakat

Sementara itu, kepada para direktur jenderal yang baru dilantik, Purbaya mengingatkan bahwa setiap kebijakan fiskal yang mereka rilis akan berdampak langsung pada postur anggaran, pengelolaan aset negara, iklim dunia usaha, hingga daya beli masyarakat.
Ia meminta para pejabat eselon I ini memimpin dengan empat pilar utama: integritas, keberanian, empati, dan profesionalisme. Purbaya optimistis, perombakan struktural ini akan memperkuat koordinasi internal Kemenkeu dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” jelasnya.



















