Rupiah Menguat Pagi Ini, Sentimen Suku Bunga AS Masih Membayangi

Rupiah menguat 0,09 persen ke level Rp17.871 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB.
Risalah FOMC yang cenderung hawkish berpotensi membuat dolar AS menguat dan menekan rupiah.
Investor menunggu data kepercayaan konsumen, sementara rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp17.950.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah atau kurs menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (8/10/2026). Saat pasar dibuka pagi ini, rupiah berada di level Rp17.879 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.871 per dolar AS. Rupiah menguat 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.887 per dolar AS.
1. Sikap The Fed berpotensi menekan rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang melemah terhadap dolar AS hari ini. Dolar AS berpotensi kembali menguat setelah muncul sinyal dari hasil rapat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Sinyal tersebut terlihat dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), yakni catatan resmi mengenai pembahasan para pejabat The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Risalah tersebut menunjukkan adanya pandangan yang cenderung lebih ketat dalam menjaga suku bunga. Kondisi itu dapat membuat dolar AS lebih menarik bagi investor dan berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah.
"Rupaih diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah risalah pertemuan FOMC yang hawkish," kata Lukman.
2. Investor menunggu data kepercayaan konsumen
Selain perkembangan kebijakan The Fed, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi dari dalam negeri. Salah satunya adalah data indeks kepercayaan konsumen yang dijadwalkan dirilis siang ini.
Data tersebut menggambarkan seberapa optimistis masyarakat terhadap kondisi ekonomi, baik saat ini maupun dalam beberapa bulan ke depan.
"Investor menantikan data kepercayaan konsumen siang ini," ujar Lukman.
3. Rupiah Diperkirakan Bergerak di Rp17.850-Rp17.950
Lukman memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis. Sementara sepanjang perdagangan pagi, rupiah bergerak di kisaran Rp17.863 hingga Rp17.879 per dolar AS.
Di sisi lain, sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), rupiah tercatat melemah 7,14 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di rentang Rp16.515 hingga Rp18.209 per dolar AS.














![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)



![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)

