Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Tapi Masih Terancam Melemah

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Tapi Masih Terancam Melemah
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.216 per dolar AS pada awal pekan, naik 13 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Gagalnya negosiasi perdamaian AS-Iran memicu kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS, sehingga menekan potensi penguatan rupiah.
  • Pengamat memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.100–Rp17.400 per dolar AS sepekan ini, dengan ketahanan APBN menjadi faktor penting penopang stabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mengawali pekan ini dengan catatan positif. Mata uang Garuda terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin pagi (27/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah bergerak ke level Rp17.216, menguat 13 poin 0,08 persen terhadap dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2026).

1. Gagalnya negosiasi perdamaian AS-Iran masih menghantui rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih berpotensi melemah. Kondisi tersebut dipicu oleh gagalnya putaran kedua negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

Kegagalan tersebut mendorong harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik. Faktor tersebut membuat posisi dolar AS semakin kokoh dan menekan rupiah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS seiring gagalnya putaran kedua negosiasi perdamaian AS-Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan menguatkan dolar AS," katanya.

2. Ketahanan APBN RI jadi faktor yang memengaruhi rupiah

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti perang telah memicu krisis energi dan ancaman serius inflasi global, di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan terus-menerus, yang menurunkan daya beli masyarakat.

"Bagi Indonesia, kendati memilih menahan tak mengerek harga bahan bakar minyak (BBM), tak berarti tidak ada efek sama sekali. Kondisi fiskal yang sudah rentan bahkan sebelum pecah perang, sekali lagi menghadapi tantangan besar," ujar Ibrahim.

Pemerintah mengklaim mampu menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun harga minyak mentah dunia telah menembus asumsi makro di atas 100 dolar AS per barel.

Strategi ini dijalankan tanpa perlu menguras cadangan dana pemerintah yang disebut Saldo Anggaran Lebih (SAL), yaitu akumulasi sisa anggaran dari tahun-tahun sebelumnya yang dapat digunakan sebagai bantalan darurat jika terjadi kondisi ekonomi yang tidak terduga.

3. Prediksi nilai tukar rupiah hari ini dan sepekan ke depan

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah untuk hari ini akan bergerak di rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS, dipengaruhi oleh drama yang berlangsung antara AS dan Iran.

Di sisi lain, Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.220 hingga Rp17.260 per dolar AS. Untuk sepekan ke depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.180 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More