Rupiah Tertekan Sentimen Global, BI Pasang Kuda-kuda Jaga Rupiah

- Rupiah menyentuh Rp18.075 per dolar AS, melemah 137 poin atau 0,76 persen, di tengah sentimen risk-off global yang menguatkan dolar AS dan menekan pasar domestik.
- Bank Indonesia memperkirakan arus keluar dana asing dari aset portofolio domestik berlanjut, meski pelemahan rupiah secara QTD tercatat 0,28 persen dan sejalan dengan mata uang kawasan.
- BI menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN, didukung cadangan devisa 146,3 miliar dolar AS serta pengelolaan likuiditas dan suku bunga.
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik.
Hal ini merespons pergerakan rupiah yang menyentuh Rp18.075 per dolar atau melemah 137 poin atau 0,76 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, tekanan di pasar keuangan domestik juga berpotensi mendorong berlanjutnya arus keluar dana asing dari aset portofolio Indonesia.
"Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut," kata Erwin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Meski demikian, Erwin menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan. Pelemahan rupiah tercatat sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Di sisi lain, BI memastikan ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga.
"Hal ini tercermin dari posisi cadangan devisa yang mencapai 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026," ungkapnya.
Untuk menjaga stabilitas rupiah agar tetap sesuai dengan fundamentalnya, BI terus melakukan intervensi secara konsisten melalui berbagai instrumen, baik di pasar domestik maupun luar negeri.
Intervensi dilakukan melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, BI menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Bank sentral juga terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya.




















