Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai konflik yang makin memanas membuat pelaku pasar beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.
Menurut Ibrahim, situasi di Timur Tengah kini semakin mengkhawatirkan setelah Amerika Serikat disebut melakukan serangan terhadap instalasi militer di Iran Selatan. Kondisi itu diperparah dengan ancaman balasan dari Iran yang berpotensi memperluas konflik di kawasan.
“Geopolitik di Timur Tengah semakin memanas, di mana Amerika melakukan penyerangan terhadap instalasi yang ada di Iran Selatan. Kemungkinan besar akan mendapat balasan setimpal dari pasukan Iran,” ujar Ibrahim dalam pernyataan resminya kepada awak media, di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
