Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saham BYAN ARA Nyaris 20 Persen Usai Dicaplok Haji Isam
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • Saham BYAN naik 19,96 persen hingga Rp13.825 per lembar dan menyentuh ARA pada Jumat, setelah PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam mengakuisisi 30 persen saham.
  • BYAN bergerak pada rentang Rp13.100-Rp13.825, mencatat 6,66 ribu transaksi senilai Rp158,2 miliar; dalam sepekan sahamnya menguat 11,94 persen dari Rp10.075.
  • Sebelum akuisisi diumumkan, Bayan Resources menyatakan force majeure karena perubahan RKAB 2026 belum disetujui Kementerian ESDM, sehingga produksi dan pemenuhan kewajiban kepada pelanggan terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyentuh auto rejection atas (ARA) dengan penguatan nyaris 20 persen atau tepatnya 19,96 persen ke Rp13.825 per lembar pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

Saham BYAN melesat usai PT Jhonlin Baratama milik konglomerat Tanah Air, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, mengakuisisi 10 miliar lembar saham atau setara 30 persen dari total porsi saham perusahaan yang beredar.

1. Pergerakan saham BYAN hari ini

Terminal Batu Bara milik Bayan Resources di Balikpapan (dok. Bayan Resources)

Berdasarkan data IDX Mobile, saham BYAN hari ini bergerak di rentang Rp13.100–13.825 per lembar. Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), harga saham BYAN ditutup di Rp11.525 per lembar.

Saham emiten milik konglomerat Low Tuck Kwong itu diperdagangkan sebanyak 6,66 ribu kali, dengan volume 11,45 juta lembar saham, dan nilai transaksi Rp158,2 miliar.

2. Menguat 11,94 persen dalam sepekan terakhir

ilustrasi batu bara (pexels.com/Pixabay)

Sepekan terakhir, saham BYAN menguat lebih dari 11,94 persen. Pekan lalu, saham BYAN masih diperdagangkan di level Rp10.075.

Meski begitu, hingga perdagangan sesi I hari ini, BYAN masuk dalam daftar 10 besar saham yang mencatatkan transaksi jual bersih dari investor asing (net foreign sell). Investor asing menjual 204,95 juta lembar saham BYAN, dengan nilai Rp38,48 miliar.

3. BYAN ungkap kondisi kahar akibat RKAB belum disetujui sebelum ada akuisisi Haji Isam

ilustrasi batu bara.(unsplash.com/ Joey Haris)

Informasi mengenai akuisisi oleh PT Jhonlin Baratama itu dirilis manajemen kemarin (17/9/2026) pukul 17.30 WIB di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, pada Senin, (14/9/2026), perusahaan mengumumkan adanya keadaan kahar atau force majeure yang berdampak pada kelangsungan usaha.

Adapun force majeure yang dimaksud berkaitan dengan persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian ESDM belum menyetujui perubahan RKAB Bayan Resources, meskipun RKAB yang diajukan telah mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kejadian/keadaan yang bersifat memaksa (keadaan kahar/force majeure) tersebut dikarenakan persetujuan atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 belum diterbitkan kepada anak-anak perusahaan Perseroan tersebut di atas, walaupun permohonan persetujuan perubahan RKAB telah diajukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tulis manajemen.

Manajemen menyatakan, akibat RKAB Grup Bayan Resources belum disetujui, perusahaan melalui anak-anak usahanya sulit memenuhi kewajiban kepada pelanggan. RKAB dari Kementerian ESDM memang penting untuk perusahaan tambang, karena menjadi basis awal untuk bisa beroperasi dan berproduksi.

"Dengan belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB mengakibatkan dampak yang cukup material terhadap kelangsungan usaha Perseroan," tulis manajemen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article